
DENPASAR, BALIPOST.com – Bali menjadi pusat penyelenggaraan peringatan Hari Mangrove Sedunia pada Minggu (26/7). Salah satu kegiatan yang digelar yakni penanaman bibit mangrove jenis Rhizophora Mucronata yang berlangsung di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar.
Kegiatan yang difasilitasi oleh PLN Indonesia Power ini turun dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wamen Kehutan Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, Jajaran PLN dan sebagainya. Kegiatan penanaman mangrove ini juga diikuti masyarakat sekitar.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat yang menginisiasi kegiatan ini mengatakan, potensi mangrove sangat besar dan sudah banyak pula yang rusak. Dan sudah menjadi tugas bersama untuk memulihkan mangrove ini.
“Pada peringatan Hari Mangrove Internasional inilah kita menetapkan komitmen bersama dan ini sudah dimulai dengan 3 Kementerian yang memang memiliki tugas utama dalam hal ini yakni Kementerian Kelautan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang ditugaskan Bapak Presiden untuk menjaga lingkungan hidup,” katanya.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia ini, kata Jumhur, dilakukan di 37 provinsi di Indonesia. Ada ribuan orang di seluruh provinsi terlibat dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia ini.
Senior Manager Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Bali PT PLN Indonesia Power, I Made Harta Yasa di sela-sela acara mengatakan, 15.000 bibit mangrove tersebut ditanam pada Ekowisata Mangrove Batu Lumbang seluas 1.373,5 hektare. Area ini merupakan kawasan yang didampingi PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali.
Dia menambahkan, pendampingan yang dilakukan PLN Indonesia Power di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang dirancang secara menyeluruh agar konservasi mangrove dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, kata dia, merupakan salah satu kawasan konservasi mangrove terpenting di Indonesia yang memiliki koleksi mangrove terlengkap di Bali dengan 18 jenis mangrove asli dan 15 jenis mangrove asosiasi. Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna pesisir, kawasan ini juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi wilayah pesisir dari abrasi, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon.
“PLN Indonesia Power bersama KUB Segara Guna Batu Lumbang secara konsisten mendampingi pengelolaan kawasan melalui berbagai program, mulai dari pembibitan, penanaman, dan perawatan mangrove, pengembangan ekowisata berbasis digital, hingga penyelenggaraan edukasi lingkungan bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum,” jelasnya.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo menambahkan, keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengelola kawasan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, pihaknya mendorong pengelolaan mangrove tidak hanya sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, tetapi juga sebagai sumber penghidupan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. (Widiastuti/balipost)










