Anggota polisi menampilkan atraksi seni beladiri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Rabu (1/7). Perayaan delapan dekade Polri ini mengusung tema pengabdian bagi masyarakat dengan memadukan kekayaan budaya lokal dan nusantara. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Polda Bali memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Rabu (1/7). Peringati kan kali ini dimeriahkan dengan pementasan tari kolosal Bhayangkara Wilwatikta yang mengisahkan perjuangan Mahapatih Gajah Mada mempersatukan Nusantara.

Dalam pementasan tersebut juga menampilkan tari-tarian khas daerah, termasuk tari kecak dari Bali. Selain itu juga ditampilkan keahlian anggota Polda Bali bela diri. Setelah itu digelar defile pasukan dan kendaraan dinas hingga lapis baja.

Baca juga:  Palebon Penglingsir Puri Blahbatuh, Bade Seberat 15 Ton Diusung 3.000 Krama

Pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya berharap personel Polri makin dewasa dan profesional. “Tentunya pelayanan kepada masyarakat akan lebih bagus lagi,” ujarnya.

Terkait pementasan tari kolosal tersebut, Kapolda Daniel menjelaskan sebetulnya  untuk Polri. Menurutnya Polri sendiri harus bisa menunjukkan nasionalisme dan menghormati keragaman budaya, khususnya di Bali yang toleransi sangat tinggi. “Kita menghormati itu. Kita bersatu seperti cerita Mahapatih Gajah Mada mempersatukan Nusantarabdengan sumpah Palapa,” tegas Irjen Daniel.

Baca juga:  Usia Muda Teratas Pengguna Narkoba

Mantan Kapolda Kaltara ini menekankan agar tekad Gajah Mada inilah yang harus diambil dengan serius. Selain itu meneladani perjuangan Gajah Mada dengan melaksanakan tugas-tugas pokok Polri, yaitu melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat, menjaga stabilitas kamtibmas serta melakukan penegakan hukum.

Menyikapi kriminalitas di Bali, Daniel menegaskan tetap ada tapi pihaknyan berupaya bisa mengendalikan dan mengurangi. “Data terakhir menurun. Dua hari lalu kami sampaikan pengungkapan 4C, yaitu cusa, curat, curas dan curanmor, kecendrungan menurun karena kami lebih intens lagi melakukan penegakan hukum selain upaya pencegahan, baik itu patroli, penjagaan, upaya meminimalisir potensi gangguan,” tutupnya.

Baca juga:  Enam Sulinggih Puput Puncak Karya Mamungkah di Pura Puseh-Bale Agung Kusamba

Sementara, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan rasa kenyamanan yang utama di Provinsi Bali. Bali sebagai destinasi pariwisata, kenyamanan dan keamanan harus terjaga dengan baik. “Selamat Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN