Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sembari menunggu proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) beroperasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menyiapkan berbagai langkah transisi dalam penanganan sampah. Proyek PSEL sendiri diperkirakan baru bisa beroperasi pada 2027 nanti.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat diwawancarai, Senin (2/2). Dia mengatakan, timbulan sampah harian di Denpasar saat ini mencapai 1.040 ton. Demikian kemampuan pengolahan sampah yang ada sekitar 800 ton per hari.

Baca juga:  Jenazah Camat Baturiti Diupacarai Minggu

Saat ini Pemkot Denpasar mengoperasikan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang didukung tambahan mesin berkapasitas sekitar 500 ton per hari. Demikian pula TPS3R tersebsar di beberapa desa/kelurahan. Namun secara efektif, total sampah yang mampu diolah baru mencapai sekitar 800 ton per hari, sehingga masih menyisakan sekitar 200 ton per hari yang harus ditangani.

Sambil menunggu PSEL beroperasi, Pemkot Denpasar menyiapkan berbagai langkah transisi. Di antaranya pengadaan mesin pengolahan berbasis teknologi ramah lingkungan, termasuk mesin gasifikasi berkapasitas 300 ton per hari, mesin energi baru terbarukan (EBT) di tiga lokasi, serta mesin Gybrid yang ditempatkan di 10 titik.

Baca juga:  Kapolda Perintahkan Tindak Tegas Segala Bentuk Premanisme

Selain itu, Pemkot Denpasar juga menyiapkan sekitar 170 ribu tabung kompester. Hal tersebut sebagai upaya pengurangan sampah dari sumber sehingga menekan timbulan sampah organik dari rumah tangga.“Semua ini adalah langkah sementara untuk menjaga kondisi. Solusi akhirnya tetap PSEL. Kalau PSEL sudah berjalan, baru persoalan sampah bisa ditangani secara menyeluruh,” tegas Jaya Negara.

Terkait PSEL, Jaya Negara mengatakan, proses tender PSEL ditargetkan sudah menetapkan pemenang paling lambat Juni 2026, sehingga proyek tersebut dapat beroperasi penuh pada awal Januari 2027.

Baca juga:  TPA Butus "Overload," Desa Dibatasi Kirim Sampah Campuran

Tim dari Danantara serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan diakuinya, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi PSEL. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, PSEL Denpasar ditargetkan mulai beroperasi penuh paling lambat awal Januari 2027. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN