Petugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar mengangkat sampah yang terkumpul di alur Tukad Badung di wilayah Banjar Buagan, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Volume sampah sungai di Denpasar meningkat. Peningkatan terjadi ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sempat ditutup beberapa waktu lalu.

Kala itu, kenaikan volume sampah mencapai 15,91 persen dan kembali meningkat saat ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar Ketut Ngurah Artha Jaya, Selasa (19/5). Ia mengatakan, setelah TPA Suwung sempat ditutup, timbulan sampah di sungai mencapai 30,6 ton.

Baca juga:  Gubernur Koster Ajak Masyarakat Gotong Royong Wujudkan Bali Bebas Sampah

Padahal, sebelumnya rata-rata sampah sungai yang diangkut per harinya mencapai 26,4 ton. Tak berhenti di sana, kenaikan kembali terjadi.

Sebab, saat ini volume sampah sudah mencapai 44,1 ton per hari. “Setelah TPA Suwung sempat ditutup, sampah sungai mencapai 30,6 ton per hari. Sekarang ada peningkatan lagi 13,5 ton. Sehingga per hari menjadi 44,1 ton,” katanya.

Terkait penanganan sampah tersebut, Ngurah Artha mengatakan, pihaknya berupaya maksimal dengan tenaga yang ada. Sampah-sampah yang diangkut dari sungai tersebut dibawa ke TPS 3R setelah dipilah.

Baca juga:  Pameran IKM Bali Bangkit Tahap I Tahun 2023 Resmi Dibuka

“Itu yang membuat penanganan sampah di sungai agak lambat, karena harus memilah dulu, selain memang jumlah sampah bertambah,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN