Meru tumpang sebelas di Pura Pucak Bukit Tegeh terbakar akibat sambaran petir, Minggu (11/1) sore. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Di hari bersamaan pada Minggu (11/1) sore, selain meru tumpang sembilan di Pedarman Arya Gajah Para, Pura Agung Besakih,meru tumpang sebelas di Pura Pucak Bukit Tegeh, Desa Sangkan Gunung, juga terbakar akibat sambaran petir.

Kapolsek Sidemen, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja mengatakan, kejadian kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.15 Wita. Saat hujan mengguyur, warga justru melihat api muncul dari bangunan meru beratap ijuk tersebut. “Diduga kebakaran disebabkan oleh sambaran petir sehingga atap meru yang terbuat dari ijuk terbakar,” ujarnya.

Baca juga:  Musim Hujan, Sampah Kiriman Penuhi Pantai Batulumbang

Suteja mengatakan, kobaran api kemudian membesar dan percikan api ikut membakar palinggih meru tumpang tiga yang berada di sebelahnya. “Musibah ini menyebabkan dua palinggih yakni Meru tumpang 11 dan meru tumpang 3 ludes terbakar. Dari musibah ini, pihak pangempon pura diestimasi mengalami kerugian mencapai Rp2,5 miliar,” katanya.

Sementara itu, pascakebakaran meru tumpang sembilan di Pura Pedarman Arya Gajah Para Besakih, Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para Betara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana mengatakan, pihaknya memastikan proses pembangunan pura tetap berlanjut.

Baca juga:  Karya IBTK di Pura Agung Besakih Kasineb

“Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Gajah Para akan segera mengganti bangunan meru itu dengan bahan-bahan yang baru. Intinya, pasemetonan tetap semangat untuk mewujudkan pura ini,” ungkapnya.

Suadnyana memastikan, bangunan meru yang terbakar akan diganti dengan bahan-bahan baru. “Kami sedang koordinasi untuk pembersihan material yang terbakar serta membuat ritual pacaruan. Pada intinya proses pembangunan pura akan tetap berlanjut,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN