Wisatawan mancanegara (wisman) memilih pangan yang ada di stan kuliner pelataran Pasar Badung, Denpasar. Ada sekitar 60 pedagang yang berjualan di pusat kuliner malam tersebut. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kuliner malam di Pasar Badung menjadi salah satu tempat favorit warga Kota Denpasar untuk mencari beragam jenis makanan di malam hari. Pascabanjir yang terjadi pada 10 September 2025 lalu, pasar malam ini pun sempat sepi. Namun saat ini kunjungan pun mulai menggeliat kembali.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar Ida Bagus Kompyang Wiranata saat diwawancarai, Rabu (7/1).

Dia mengatakan, kuliner malam yang terletak di sisi timur bangunan Pasar Badung ini sempat sepi pascabanjir yang melanda kawasan tersebut. “Sekarang sudah normal kembali. Pengunjung sudah ramai seperti sebelumnya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Kowi ini.

Baca juga:  Operasi Keselamatan Agung di Simpang Uma Anyar, Sejumlah Pelanggar Ditegur

Dia menuturkan, saat ini sudah ada 60 an pedagang yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk berjualan kuliner. Beragam jenis kuliner ada di tempat ini, mulai dari makanan berat, minuman hingga jajanan. Kuliner malam Pasar Badung mulai buka pukul 16.00 Wita.

Menurut Gus Kowi lokasi kuliner malam ini strategis karena berdekatan dengan pasar malam Pasar Badung dan Kumbasari yang menjual bahan pokok masyarakat. Sekaligus berbelanja, masyarakat juga dapat menikmati beragam jenis kuliner yang tersedia. Bahkan ada beberapa masyarakat yang dengan sengaja datang hanya untuk menikmati kuliner malam di Pasar Badung.

Baca juga:  Dirumahkan saat Pandemi, Kini Sukses Ikuti Ragam Event UMKM

Demikian dikatakan Gus Kowi, peminat masih banyak untuk berjualan kuliner di Pasar Badung. Namun karena tempat sudah penuh, pihaknya tidak bisa lagi menerima pedagang baru.

Gus Kowi menceritakan, pada awal mula pasar ini beraktivitas setelah dilakukan revitalisasi hanya ada 1-2 pedagang kuliner yang berjualan di malam hari. Para pedagang kuliner ini pun saat itu sebagai pelengkap untuk menyiapkan makan malam untuk pedagang lain yang berjualan disana.

Namun seiring ramainya masyarakat yang berkunjung ke tempat kuliner, jumlah pedagang semakin banyak. Hingga kini sudah ada 60 pedagang kuliner yang berjualan.
Untuk terus menata kuliner di Pasar Badung ini, bersama pedagang Perumda Pasar telah membuat atap permanen atau kanopi di lokasi kuliner.

Baca juga:  Pasar Kumbasari Kebanjiran, Ratusan Pedagang Terdampak

Selanjutnya untuk tempat parkir, kata Gus Kowi sudah sangat memadai. Selain ada parkir bassement, juga ada parkir di Plaza Pasar Badung. Dengan penataan yang dilakukan diharapkan bisa memberikan kenyamanan pula bagi masyarakat yang berkunjung. Hal ini juga diharapkan mampu mendorong geliat perekonomian masyarakat di Kota Denpasar.(Widi Astuti/balipost)

 

BAGIKAN