Para guru dan siswa di SMPN 3 Manggis saat membersihkan endapan lumpur, Jumat (12/12) dampak banjir yang melanda pada Kamis (11/12). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Puluhan ruangan yang ada di SMPN 3 Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem terendam banjir pada Kamis (11/12). Pada Jumat (12/12) para guru dan siswa membersihkan endapan lumpur yang ada di dalam ruangan agar kembali bisa dipakai untuk beraktivitas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para guru dan siswa terlihat berjibaku membersihkan endapan lumpur yang ada di masing-masing ruangan. Untuk membersihkan lumpur tersebut, siswa dan guru menggunakan air.

Karena banyaknya endapan lumpur, seluruhnya belum mampu dibersihkan. Untuk mempercepat pembersihan lumpur tersebut, di lokasi telah dikerahkan sejumlah armada Damkar untuk melakukan penyemprotan.

Baca juga:  Pascatumbangnya Pohon Bunut di Jalan Raya Kuta, Pemilik Rumah Lakukan Prosesi "Nuntun"

Kasek SMPN 3 Manggis I Ketut Gunawan, mengungkapkan, kalau secara keseluruhan ada sebanyak 25 ruangan yang terendam banjir. Mulai dari ruangan belajar, lab, ruang guru, perpustakaan, dan ruangan yang lainnya. “Sekarang masih proses pembersihan lumpur, karena lumpur belum sepenuhnya ruangan bersih,” ucapnya.

Gunawan mengatakan, kendati ruangan masih ada lumpurnya, akan tetapi tidak mengganggu aktivitas sekolah. Sebab, saat ini siswa sudah selesai mengikuti ulangan umum. “Sejatinya kita sedang menyiapkan siswa remidi, tapi karena kejadian ini terpaksa harus diubah lagi jadwalnya sampai ruangan bersih,” katanya.

Baca juga:  Penyaluran Bantuan Pascabanjir di Tabanan Dipercepat, 77 Laporan Telah Diproses

Ia berharap, nantinya aliran sungai bisa dilakukan normalisasi, sehingga ketika hujan air sungai tak lagi masuk ke sekolah. Selain itu juga, pihaknya juga berharap senderan sungai bisa lebih tinggi dan permanen, sehingga ketika ada terjangan banjir senderan tidak jebol lagi,” harap Gunawan.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, banjir yang terjadi tidak sampai berdampak signifikan pada permukiman penduduk. Pascakebanjiran, genangan air saat ini sudah surut.

Baca juga:  Waspadai, Ini Penyakit Pascabanjir yang Sering Muncul

“Air di pekarangan rumah waga sudah surut, karena beberapa jam setelah banjir, air perlahan mulai surut. Air tidak ada sampai masuk ke ruangan rumah warga, hanya sampai pada lantai emperan rumah saja,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN