Pembersihan lumpur dengan penyemprotan dan pengerahan alat berat di sekitar lokasi banjir di Tegalcangkring masih dilakukan, Selasa (7/4). (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Memasuki dua hari pascabanjir yang melanda wilayah Kecamatan Mendoyo, upaya pembersihan masih terus dilakukan di sejumlah titik terdampak. Salah satunya di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegal Cangkring, yang hingga Selasa (7/4) pagi, masih banyak sisa lumpur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bersama berbagai unsur terkait kembali menggelar gotong royong sejak Minggu (5/4) malam hingga Selasa (7/4) pagi. Fokus utama pembersihan diarahkan pada akses jalan dan lingkungan permukiman warga yang sebelumnya sempat tertutup material lumpur akibat banjir.

Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana mengatakan, hingga hari kedua pascabencana, proses pembersihan masih berlangsung, khususnya di wilayah Tegal Cangkring. Di lokasi ini paling terdampak yakni hingga 175 rumah. Selain itu, ada 5 rumah terdampak di Desa Pohsanten.

Baca juga:  Pemkab Badung Gelar Pelatihan Desain Mode bagi Penyandang Disabilitas

“Kami hari ini membersihkan sisa lumpur terutama yang masih di akses jalan. Termasuk nanti koordinasi dengan BPBD juga penyerahan bantuan kepada warga, sembako dan kelengkapan lain,” terangnya.

Sejumlah ruas jalan dilaporkan masih tertutup lumpur sehingga membutuhkan penanganan lanjutan. Sebelumnya juga dilakukan penanganan di dua titik longsor hingga menutupi jalan menggunakan alat berat.

Selain banjir, bencana juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Mendoyo berupa tanah longsor. Kondisi ini turut memperlambat proses pemulihan akses di sejumlah titik.

Baca juga:  Jalan Menuju Rumah Pohon Kembali Putus Diterjang Banjir

Sementara itu, gotong royong pembersihan melibatkan BPBD Jembrana, Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusdalops, jajaran Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas, aparat kelurahan, kepala lingkungan, serta masyarakat setempat. Banjir di Kelurahan Tegal Cangkring ini merupakan yang terbesar selama kurun waktu 10 tahun terakhir.

Air dari DAM Tegal Cangkring meluap hingga masuk ke permukiman di selatannya terutama di Baler Bale Agung bahkan sampai ke Pasar Tegal Cangkring yang berada di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk. Pembersihan difokuskan pada jalur-jalur utama yang masih tertutup lumpur agar aktivitas warga dapat segera kembali berjalan normal.

Baca juga:  Bank Lestari Bali (BPR) Sabet 3 Penghargaan di Infobank Digital Brand Recognition 2023

“Untuk sarana air bersih di rumah-rumah warga tidak ada kendala, kita fokus pembersihan untuk lumpur, termasuk di rumah warga yang masih tergenangi lumpur,” katanya.

Kecamatan dan BPBD masih melakukan pembersihan di titik-titik terdampak lainnya. Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta kemungkinan terjadinya bencana susulan, dan segera melapor apabila menemukan kondisi darurat. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN