
MANGUPURA, BALIPOST.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Badung menyebabkan sejumlah kawasan di Kuta Selatan tergenang air. Air hujan menggenangi kawasan Kuta Selatan, seperti Jalan By-pass Ngurah Rai, mulai dari kawasan Jimbaran hingga Nusa Dua, termasuk ruas Jalan Siligita akibat curah hujan tinggi, Rabu (7/1) malam hingga Kamis (8/1).
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat serta kelancaran arus lalu lintas, terutama pada pagi hari saat mobilitas warga meningkat.
Pantauan, genangan air menutup sebagian badan jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Sejumlah kendaraan, terutama sepeda motor, terpaksa melambat saat melintas karena ketinggian air di beberapa titik mencapai di atas mata kaki.
Bahkan dibeberapa ruas, pengendara memilih berhenti sejenak untuk menghindari risiko mogok atau terjatuh akibat jalan licin. Tergenangnya air diduga akibat saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi dan terus menerus.
Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta menjelaskan bahwa genangan terjadi akibat tingginya debit air hujan yang turun secara berkelanjutan dengan durasi cukup panjang. Kondisi tersebut membuat sistem drainase tidak mampu bekerja optimal dalam menyalurkan air ke saluran pembuangan utama.
“Debit hujan sangat tinggi. Selain kemungkinan drainase tidak berfungsi maksimal, kapasitasnya memang tidak mampu menampung air hujan sebanyak itu. Karena hujannya merata, banjir juga terjadi hampir di semua titik,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (8/1).
Menurutnya, titik-titik genangan rata-rata tersebar di sepanjang ruas By-pass Ngurah Rai Jimbaran, mulai dari sekitar kawasan Jimbaran, mendekati area kuburan Cina, hingga ke arah timur di sekitar eks Tragia. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Siligita yang merupakan salah satu akses utama menuju kawasan pariwisata Nusa Dua.
“Genangan di jalur ini turut berdampak pada arus wisatawan dan pekerja sektor pariwisata yang hendak menuju kawasan hotel dan pusat kegiatan pariwisata,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Kuta Selatan, lanjut Gede Arta, telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk penanganan cepat di lapangan. Koordinasi dilakukan bersama Balai Jalan Nasional serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung.
“Upaya yang dilakukan meliputi pengecekan saluran drainase, pembersihan sampah yang menyumbat aliran air, serta pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan genangan,” katanya.
Pihak kecamatan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan berhati-hati saat berkendara. Selain itu, warga diminta tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air guna meminimalkan risiko genangan yang lebih parah apabila curah hujan tinggi kembali terjadi.(Parwata/balipost)










