
DENPASAR, BALIPOST.com – Banjir yang terjadi di Kota Denpasar membuat beberapa sekolah tergenang. Salah satunya di SDN 18 Sesetan. Untuk bisa melakukan aktivitas belajar-mengajar kembali, siswa bersama guru di sekolah tersebut melakukan bersih-bersih bersama. Beberapa orang tua siswa pun turut membantu.
Pantauan di lokasi, dari pagi guru dan siswa nampak membersihkan lumpur hingga mengumpulkan barang-barang sekolah yang basah karena terendam. Mereka juga membersihkan meja dan kursi yang sempat terendam karena ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
Kepala SDN 18 Sesetan, Anik Pudjiastuti mengungkapkan, selain melibatkan guru dan siswa, aksi bersih-bersih juga diikuti oleh orang tua siswa. Menurut Anik, ketinggian air di lingkungan sekolah mencapai sepaha orang dewasa atau setinggi meja siswa di dalam ruang kelas.
Meskipun pihak sekolah telah mengantisipasi dengan menyediakan rak-rak tinggi, beberapa aset tetap terdampak karena tingginya air.
“Beberapa pakaian olahraga, alat olahraga, media pembelajaran, dan satu buah pengeras suara (speaker) aktif terendam air,” kata Anik.
Selain itu, buku-buku di perpustakaan juga mengalami kerusakan. Dampak paling keras dirasakan adalah di ruang guru karena banyak arsip dan dokumen yang ikut terendam. Pihaknya mengaku akan mendokumentasikan arsip yang rusak karena dokumen seperti daftar hadir rapat komite tidak mungkin dibuat ulang.
Menurut Anik, banjir kali ini merupakan ketiga kalinya yang terjadi cukup besar. Banjir sempat merendam sekolah ini di tahun 2022 lalu. Kemudian pada 10 September 2025 kembali terendam, namun banjir pada Selasa 24 Februari dikatakannya paling parah. “Kalau banjir kecil biasanya hanya di halaman, tapi yang kemarin adalah yang paling tinggi,” ujarnya.
Menurut Anik, meluapnya sungai yang berada di sisi timur sekolah menjadi penyebab banjir yang cukup parah terjadi belakangan ini. Terkait dengan aksi bersih-bersih, pihaknya telah meminta izin ke pengawas maupun Disdikpora Denpasar.
Pihak sekolah memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar akan kembali normal pada esok hari. Terkait kerugian materiil, pihak sekolah berencana melaporkan kerusakan aset berupa buku dan sarana-prasarana lainnya kepada Disdikpora untuk ditindaklanjuti. (Widiastuti/bisnisbali)










