
BANGLI, BALIPOST.com – Ribuan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Bangli kembali memadati Alun-alun Bangli pada Jumat (8/5), untuk melaksanakan gladi kedua parade budaya kreativitas murid bertajuk “Tetenger Agung”.
Meski proses latihan sempat tertunda akibat guyuran hujan, para peserta tetap antusias memantapkan gerakan demi pementasan maksimal pada HUT Kota Bangli, 10 Mei mendatang.
Koordinator Lapangan, I Wayan Agus Suardana, menjelaskan bahwa hujan yang turun pagi hari sempat menghambat latihan di lapangan. “Siswa sebenarnya sudah siap latihan pukul 07.00 WITA, namun karena hujan, latihan baru bisa dimulai pukul 09.00 WITA,” ungkapnya ditemui di sela-sela gladi.
Dalam gladi tersebut para siswa memantapkan formasi dan gerakan tari serta irama gamelan baleganjur dan kulkul. Parade ini melibatkan 1.800 siswa terdiri dari 1200 siswa SMP dan 600 siswa SD.
Mereka menampilkan sejarah lahirnya kota Bangli dengan bhisama Raja Bangli. Dalam pagelaran itu ditampilkan berbagai unsur budaya seperti Barong Brutuk, barong Celeng, barong Ket, barong Macan, dan barong Sampi dan simbolis lainnya yang menggambarkan upaya spiritual dalam menghilangkan gering (wabah penyakit) dengan harapan masyarakat Bangli dapat hidup sejahtera.
Kadisdikpora Bangli, I Komang Pariartha yang memantau langsung jalannya gladi, memberikan apresiasi tinggi atas kesabaran para siswa SD dan SMP yang terlibat dalam kegiatan gladi. Setelah menuntaskan gladi kedua hari ini, para siswa dijadwalkan kembali melakukan gladi ketiga/terakhir pada Sabtu (9/5).
Pihaknya berharap melalui pagelaran ini para siswa dapat melestarikan seni, memahami sejarah daerahnya dan memupuk semangat kebersamaan. (Dayu Swasrina/balipost)










