
SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini terus digencarkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tabanan. Kali ini, lembaga pengawas pemilu tersebut menyasar kalangan pelajar melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan menyambangi SMA Negeri 1 Tabanan dan SMA Negeri 2 Tabanan, Selasa (28/4).
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan matang pelaksanaan program strategis yang bertujuan meningkatkan keterlibatan publik, khususnya pemilih pemula dan generasi muda, dalam pengawasan pemilu mendatang.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bawaslu RI Nomor 73/PM.05/K1/04/2026 tentang Standar Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, diterima Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Tabanan, Agung Harry Sunjaya Sapanca. Sementara di SMAN 2 Tabanan, koordinasi dilakukan langsung bersama Kepala Sekolah, A.A. Nyoman Wiryaduarsa.
Narta mengatakan, program ini dirancang untuk membangun kesadaran serta kapasitas pelajar agar tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan demokrasi secara aktif.
“Melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari pengawas pemilu yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, pelajar sebagai pemilih muda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi kepemiluan, mereka diharapkan mampu menjadi agen pengawasan di lingkungan masyarakat.
“Mereka nantinya dapat berkontribusi dalam pencegahan berbagai pelanggaran, seperti politik uang maupun praktik kecurangan lainnya,” tambahnya.
Pihak sekolah menyambut positif langkah Bawaslu tersebut. Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tabanan, Agung Harry Sunjaya Sapanca, menilai sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan dunia pendidikan sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang demokratis dan berintegritas.
“Kami siap mendukung penuh agar siswa SMAN 1 Tabanan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek demokrasi,” katanya.
Melalui program ini, Bawaslu Tabanan berharap lahir generasi muda yang tidak apatis terhadap proses demokrasi, sekaligus memiliki keberanian untuk ikut mengawal jalannya pemilu yang jujur dan berintegritas.(Puspawati/balipost)










