Bawaslu Badung dorong partisipasi disabilitas dalam pemilu melalui sosialisasi di SLB Negeri 1 Badung, perkuat demokrasi inklusif dan akses setara. (BP/istimewa)

 

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam upaya memperkuat partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan demokrasi, Bawaslu Badung melaksanakan kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Disabilitas yang bertempat di SLB Negeri 1 Badung, Kamis (11/6).

Kegiatan tersebut memberikan akses edukasi kepemiluan bagi peserta didik penyandang disabilitas sejak dini. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran politik sekaligus memastikan hak pilih mereka terpenuhi secara setara.

Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Gede Sutrawan, menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki tugas dan wewenang untuk mengawasi seluruh proses penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan guna memastikan pelaksanaan demokrasi berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

Baca juga:  Penyandang Disabilitas Unjuk Bakat di Utsawa Dharma Gita Denpasar

“Hak pilih setiap warga negara, termasuk peserta didik penyandang disabilitas, merupakan bagian penting dalam demokrasi. Oleh karena itu, pemahaman tentang kepemiluan perlu diberikan sejak dini agar tumbuh kesadaran untuk berpartisipasi dan ikut menjaga kualitas demokrasi di masa depan,” jelasnya.

Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Badung, Rachmat Tamara, menambahkan bahwa akses informasi menjadi kunci utama dalam mendorong partisipasi aktif penyandang disabilitas.

“Bawaslu memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses yang setara terhadap informasi kepemiluan. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun pemahaman bahwa hak memilih dan dipilih merupakan hak konstitusional yang harus dijamin dan dihormati bersama,” ujarnya.

Baca juga:  Jaksa Sebut Berkas Kasus Sudikerta Dkk. Belum Lengkap

Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, terutama terkait aksesibilitas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Pada pelaksanaan pemilu sebelumnya masih terdapat TPS yang belum memiliki sarana, prasarana, dan aksesibilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas. Kondisi ini menjadi salah satu hambatan bagi mereka dalam menyalurkan hak pilih secara mandiri dan nyaman. Karena itu, edukasi kepada masyarakat sekaligus penguatan komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan pemilu yang ramah disabilitas harus terus dilakukan,” tegasnya.

Baca juga:  BRI Life Rampungkan Dua Film Pendek

Selain penyampaian materi, peserta didik diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan terkait pemilu inklusif, dengan pendekatan yang disesuaikan kebutuhan mereka sehingga suasana berlangsung komunikatif.

Rachmat berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya generasi pengawas partisipatif dari kalangan disabilitas. “Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi peserta didik dan menumbuhkan kesadaran bahwa mereka juga memiliki peran dalam demokrasi. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat mereka dapat menjadi bagian dari pengawas partisipatif yang turut mengawal pelaksanaan pemilu yang berintegritas dan inklusif,” tambahnya.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN