Perbaikan sejumlah titik jalan nasional Denpasar-GIlimanuk, Rabu (11/2). (BP/istimewa)

NEGARA,BALIPOST.com – Perbaikan ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk di wilayah Kabupaten Jembrana mulai dikerjakan, Rabu (11/20). Dampaknya, arus lalu lintas di sejumlah titik di berlakukan sistem buka tutup. Penanganan difokuskan pada jalur yang selama ini dikenal rawan kecelakaan, bahkan kerap disebut sebagai “jalur tengkorak”. Perbaikan ini dilakukan menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Secara keseluruhan terdapat 36 titik kerusakan yang ditangani, mulai dari Antosari, Tabanan hingga Cekik, Gilimanuk. Kerusakan bervariasi, dari kategori ringan hingga berat, seperti lubang dan retak buaya yang membahayakan pengendara.

Baca juga:  Seminar Reformasi Ritual Upacara dan Upakara Ngaben, Hilangkan Kesan Memberatkan

Pantauan, Rabu (11/2), pengerjaan diawali di sisi utara jalan wilayah Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, tepatnya di depan SPBU dan Terminal Kargo Kaliakah. Sejumlah alat berat tampak melakukan pengerukan aspal yang rusak sebelum dilakukan penambalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Provinsi Bali, BBPJN Jawa Timur–Bali, I Made Mardita, mengatakan perbaikan ini merupakan bagian dari program tahun anggaran 2026 sekaligus persiapan menghadapi lonjakan kendaraan saat musim mudik.

Baca juga:  Membludak, Pemedek Tangkil Saat Puncak Karya di Pura Lempuyang

“Perbaikan ini menjadi tahap awal di Jembrana dalam rangka menyambut Idul Fitri 2026. Kegiatan ini juga masuk program anggaran 2026,” jelasnya.

Menurutnya, total ada 36 titik yang menjadi sasaran perbaikan di sepanjang jalur Antosari–Cekik. Penanganan difokuskan pada lubang dan retakan yang berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat arus kendaraan meningkat.

Sementara itu, rekanan pelaksana proyek, Made Aryana, menyampaikan pekerjaan ditargetkan rampung paling lambat H-7 Lebaran, bersamaan dengan mulai meningkatnya arus mudik. “Titik awal di Kaliakah. Penanganan berupa penambalan jalan berlubang. Semua titik dari Antosari sampai Cekik akan kami tangani,” ujarnya.

Baca juga:  AMB Ajak Komunitas Honda CBR250RR Jajal Bali Utara

Ia menambahkan, salah satu titik dengan kerusakan cukup berat berada di Kilometer 115, wilayah Batu Karung, Kecamatan Melaya. Lokasi tersebut diprioritaskan agar selesai sebelum Lebaran. Total panjang efektif penanganan diperkirakan mencapai sekitar 9 kilometer, dengan masing-masing titik berkisar 200 meter hingga 1 kilometer.

“Target kami sebelum H-7 sudah tuntas untuk lubang. Setelah Lebaran, perbaikan lanjutan akan kembali dilakukan,” tandasnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN