Kondisi SDN 5 Banjar rusak parah diterjang banjir bandang. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com -Banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar pada Jumat (6/3) malam meninggalkan kerusakan cukup parah di SDN 5 Banjar. Luapan air sungai tidak hanya menjebol tembok penyengker sekolah, tetapi juga merendam sejumlah ruang kelas hingga dipenuhi lumpur tebal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air bah yang datang pada malam hari merendam kawasan sekolah hingga ketinggian sekitar 2,5 meter. Setelah air surut, kondisi lingkungan sekolah terlihat memprihatinkan. Halaman bagian bawah serta beberapa ruangan tertimbun endapan lumpur setebal sekitar setengah meter.

Kerusakan paling parah terjadi pada Ruang Kelas IV, V, dan VI yang tertimbun lumpur hingga merendam berbagai fasilitas belajar. Selain itu, ruang perpustakaan juga terdampak cukup berat. Sejumlah koleksi buku serta perabot di ruangan tersebut rusak akibat terendam air bercampur lumpur.

Baca juga:  Sejumlah Ruas Jalan di Karangasem Tergerus Banjir

Tidak hanya bangunan, sejumlah aset sekolah juga mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara, banjir merusak sekitar 50 meja siswa, 100 kursi siswa, 4 lemari, 4 rak buku, dan 7 meja baca. Selain itu, 1 unit komputer dilaporkan terendam sepenuhnya. Sementara 1 unit Interactive Flat Panel (IFP) terendam sebagian pada bagian bawah dan masih dalam tahap pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakannya. Sejumlah buku serta perangkat elektronik lainnya juga dilaporkan rusak akibat terendam air dan lumpur.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Luh Putu Adi Ariwati, yang meninjau langsung lokasi pada Minggu (8/3), mengatakan pihaknya segera mengambil langkah penanganan bersama instansi terkait.

Baca juga:  Trotoar di Lovina Berlubang Ganggu Kenyamanan Wisatawan

Menurutnya, Disdikpora akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pembersihan serta menyelamatkan aset sekolah yang masih bisa digunakan. Aset yang mengalami kerusakan akan didata dan dilaporkan dengan berkoordinasi bersama BKAD guna menentukan tindak lanjut, termasuk kemungkinan penghapusan sesuai regulasi.

Terkait proses belajar mengajar, Disdikpora memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan. Ruang kelas yang masih memungkinkan akan dimanfaatkan, sementara alternatif lain adalah menerapkan sistem pembelajaran dua shift, yakni pagi dan siang. Jika kondisi belum memungkinkan, siswa sementara akan dititipkan untuk belajar di sekolah terdekat.

“Pembelajaran anak-anak harus tetap berjalan, apalagi saat ini sudah mendekati ujian sekolah,” ujarnya.

Baca juga:  Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Kayupadi Hancur Berdebu

Untuk percepatan penanganan dampak bencana, Disdikpora juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Buleleng, PUPR, dan Damkar guna membantu proses pembersihan lumpur yang cukup tebal di area sekolah.

Ke depan, pihak dinas juga berencana mengusulkan revitalisasi pemagaran sekolah sebagai langkah mitigasi. Namun, mengingat posisi sekolah yang berada dekat aliran sungai, potensi banjir masih dapat terjadi. Karena itu, koordinasi juga akan dilakukan dengan lintas OPD serta Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait kemungkinan normalisasi sungai maupun pembangunan tanggul.

“Fokus kami saat ini adalah mempercepat pembersihan lingkungan sekolah agar kembali bersih dan aman. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah desa setempat untuk mempercepat proses tersebut,” jelas Ariwati. (Nyoman Yudha/balipost)

 

BAGIKAN