Banjir yang terjadi di Tegalcangkring dampak hujan deras sekitar 3 jam di wilayah Jembrana, Minggu (5/4) sempat menggenangi jalan Denpasar-Gilimanuk. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah wilayah di Kecamatan Mendoyo, Jembrana kebanjiran dampak hujan deras hanya beberapa jam, Minggu (5/4) siang. Sejumlah desa yang terdampak di antaranya permukiman di Mendoyo Dauh Tukad, Pohsanten hingga Kelurahan Tegalcangkring dan Yehembang.

Air dari hulu yang tersalurkan ke sejumlah sungai di Mendoyo meluap. Seperti di aliran sungai Pohsanten meluap di sekitar Bandung (DAM) Pohsanten di Banjar Rangdu.

Baca juga:  Parade Anjing Kintamani akan Meriahkan Kintamani Chinese Festival 2020

Selain itu juga di permukiman warga sekitar Ngoneng hingga Mendoyo Dauh Tukad juga terdampak banjir. Sementara di Kelurahan Tegalcangkring, banjir juga terjadi di permukiman sekitar Pasar Tegalcangkring hingga Biluk Poh, bahkan air menggenangi jalan Denpasar-Gilimanuk. Hingga pukul 15.00 Wita, air belum surut meskipun hujan telah reda.

Petugas gabungan dari BPBD, Kapolisian dan warga saat ini masih melakukan penanganan awal. Termasuk pengaturan lalu lintas di jalan Denpasar-Gilimanuk yang sempat terendam banjir.

Baca juga:  Korpri Kembali Salurkan Paket Beras Tahap II ke Warga Terdampak Pandemi

“Dari siang tadi jam 12 hujan sangat deras, terutama di hulu. Air meluap ini sudah mulai reda hujan,” salah seeorang warga di Tegalcangkring, Made Adi.

Hingga saat ini petugas masih melakukan penanganan termasuk pendataan sejumlah titik yang terdampak banjir. Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika mengatakan petugas saat ini masih melakukan pendataan dampak banjir di sejumlah wilayah di Mendoyo. (Surya Dharma/Balipost)

Baca juga:  Ingin Rasakan Kuliner Khas Bali, Coba Bali Rijsttafel ala Jempiring Restaurant

 

BAGIKAN