
SINGASANA, BALIPOST.com – Angin ngelinus (puting beliung, red) yang terjadi, pada Selasa (7/4), tidak hanya merusak sejumlah bangunan warga di Banjar Dinas Sandan Dangin Yeh, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Bencana serupa juga menerjang Desa Buahan, Tabanan serta Desa Tegaljadi, Marga, dan mengakibatkan belasan kepala keluarga (KK) terdampak.
Kapolsek Tabanan, Kompol I Gusti Putu Dharmanatha, saat dikonfirmasi, Rabu (8/4), menjelaskan peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 15.00 WITA di wilayah Banjar Dinas Sandan Dangin Yeh, Desa Sesandan. Angin kencang yang datang tiba-tiba merusak atap rumah warga dan dua pelinggih. Di lokasi ini tercatat sembilan KK terdampak.
Angin kemudian bergerak ke Banjar Buahan Utara, Desa Buahan. Di wilayah ini, bangunan milik I Wayan Muliada mengalami kerusakan pada kandang ayam, kandang babi, garase mobil, serta tanaman jagung. Selain itu, satu pelinggih Betari Sri di areal persawahan Subak Apuan Tempek Klod juga rusak. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp24,5 juta.
Selang satu jam kemudian, angin puting beliung kembali terjadi di Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga sekitar pukul 16.00 WITA, saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Sedikitnya delapan KK terdampak dengan kerusakan dominan pada atap rumah dan bangunan garase.
Kapolsek Marga, AKP I Nyoman Sudarma, menyebutkan di Banjar Dinas Pengembungan terdapat tiga rumah warga yang mengalami kerusakan dengan kerugian berkisar Rp1 juta hingga Rp5 juta. Sementara di Banjar Dinas Adeng, lima KK juga terdampak, termasuk satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan pada dua unit bangunan.
Pascakejadian, aparat bersama perangkat desa dan warga setempat langsung melakukan penanganan. “Bhabinkamtibmas, perbekel, dan warga bergotong royong melakukan evakuasi serta perbaikan bangunan yang rusak,” ujar AKP Sudarma.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan juga bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, mengatakan penanganan awal difokuskan pada rumah yang tertimpa pohon serta pendataan kerusakan. “Penanganan rumah yang tertimpa pohon di Desa Sesandan sudah kami lakukan, termasuk asesmen kerusakan yang ditimbulkan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di Desa Sesandan dan direncanakan akan dilanjutkan ke Desa Tegaljadi. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana serupa. (Dewi Puspawati/balipost)










