Truk sampah yang penuh dengan muatan sedang parkir di kawasan Pasar Badung, Denpasar, Jumat (12/12). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antrean truk sampah terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Jelang penutupan 23 Desember mendatang, banyak sampah yang belum bisa terangkut. Termasuk di pasar tradisional yang produksi sampah cukup banyak.

Salah satunya di Pasar Badung, truk sampah nampak ngantre dan belum bisa berangkat ke TPA. Kondisi ini nampak terjadi sejak, Kamis (11/12) hingga Jumat (12/12) juga masih nampak antrean truk sampah yang belum bisa berangkat ke TPA.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata saat dikonfirmasi, Jumat (12/12) menjelaskan, pihaknya setiap harinya mengangkut sekitar 15 ton sampah dari 16 pasar tradisional. Dalam beberapa hari terakhir ini diakuinya pengangkutan tidak berjalan optimal.

Baca juga:  Desa Adat Buleleng Kembangkan Eco enzyme

Menurutnya, antrean truk sampah ini akibat akses menuju TPA yang tidak menentu. Seing tersendat karena perbaikan jalan dan kondisi lapangan yang labil. “Beberapa hari lalu sempat lancar, sekarang tidak jalan lagi. Ada perbaikan jalan ke TPA yang membuat pelayanan tersendat,” ujarnya.

Menjelang rencana penutupan sementara TPA Suwung pada 23 Desember 2025, Perumda mulai menyiapkan kebijakan pembatasan sampah dari pedagang. Gus Kowi menegaskan pasar tidak mampu menampung sampah dalam jumlah besar saat TPA terhenti. “Di Perumda saya upayakan teba modern, tapi pasti masih ada sisa. Kami tidak bisa memproses semua sampah dengan cepat. Ke depan kemungkinan pedagang akan dibatasi membawa sampah ke pasar,” jelasnya.

Baca juga:  Satu-satunya Akses Penghubung Dua Desa, Jembatan Suana–Batununggul Nyaris Putus

Dia mencontohkan, pedagang sayur diminta membawa pulang kembali bagian sayuran yang tidak layak jual. “Yang dibawa (ke pasar) hanya yang segar. Pedagang bermobil juga diarahkan agar tidak membawa sampah ke pasar,” tegasnya.

Untuk teba modern perumda tengah menghitung kebutuhan lahan untuk pembangunan di tiap pasar. Meski begitu, dia mengakui tetap akan ada sisa sampah yang perlu dicarikan solusi. “Pasti ada sisa. Dan sisa itu dibawa ke mana, sedang kami kaji,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  TPA Suwung Ditutup Bertahap, Sampah Meluber
BAGIKAN