Gubernur Bali, Wayan Koster saat diwawancara menanggapi rekomendasi kebijakan BEM Unud seusai dialog di Wantilan DPRD Bali, Rabu (22/4). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pergantian Menteri Lingkungan Hidup (LH) dari Hanif Faisol kepada Jumhur Hidayat tidak akan mengubah arah kebijakan pengelolaan sampah di Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta rencana penutupan TPA Suwung tetap berjalan sesuai agenda.

“Tetap jalan terus mewujudkan Bali bersih adalah kebutuhan dan tugas kita di Bali,” tegas Koster, Selasa (28/4).

Baca juga:  Hari Ketiga Retret Gelombang II, Sejumlah Menteri Berikan Materi

Menurutnya, program strategis pengelolaan sampah di Bali tidak bergantung pada figur menteri, melainkan merupakan komitmen daerah dalam menangani persoalan lingkungan yang mendesak, terutama penanganan sampah berbasis teknologi melalui PSEL dan pengakhiran operasional TPA Suwung yang selama ini menjadi sorotan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dengan melantik enam pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4).

Salah satu perubahan penting adalah penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri LH menggantikan Hanif Faisol. Sementara Hanif mendapat penugasan baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Baca juga:  Ini Tanggalnya! PDIP Jadwalkan Pendaftaran Paslon Serentak

Rotasi ini mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari menteri, wakil menteri koordinator, hingga pimpinan lembaga setingkat menteri dan penasihat khusus presiden.

Meski terjadi perubahan di tingkat pusat, Pemprov Bali memastikan agenda besar menuju Bali bersih, termasuk percepatan proyek PSEL dan penutupan TPA Suwung akan tetap menjadi prioritas utama. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN