Sejumlah wisman melihat-lihat aktivitas transaksi penjual dan pembeli di pelataran Pasar Badung, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masih tetap eksis di pasar tradisional, khususnya Pasar Badung. Adapun komoditi yang paling sering menjadi incaran yakni rempah-rempah, terutama jenis serbuk.

Kepala Unit Pasar Badung, I Komang Sutrisna saat diwawancarai, Selasa (12/5), mengatakan, kunjungan wisman ke Pasar Badung tetap ada, bahkan dalam sebulan bisa mencapai seribu lebih. “Mereka dominan mencari rempah-rempah. Terutama yang serbuk. Seperti vanili, serbuk cabai, dan sebagainya,” terang Sutrisna.

Baca juga:  Setahun Lebih ITC Dibangun, Pemanfaatannya Masih Belum Jelas

Rempah-rempah ini, menurutnya, akan dibawa ke negara asal wisman, yang keberadaan komoditi ini cukup sulit didapatkan di negara mereka. Asal wisman yang berkunjung ke Pasar Badung pun beragam, baik itu Amerika, Australia, India dan sebagainya. Kedatangannya mengikuti musim-musim liburan.

Biasanya, wisman berkunjung ke Pasar Badung sekaligus ke Pasar Seni Kumbasari di sebelahnya untuk mencari produk kesenian. Meski diakuinya, kunjungan ke pasar seni tentu akan lebih banyak dibandingkan Pasar Badung.

Baca juga:  Banyak Lalat di Kintamani Dikeluhkan Wisatawan

Berdasarkan catatan kunjungan yang dimilikinya, pada tahun 2025 lalu, kunjungan wisman ke Pasar Badung mencapai 16.930 orang. Sementara, tahun ini hingga April, kunjungan sudah mencapai 3.520 orang.

Paling banyak kunjungan itu pada Mei 2025 yang mencapai 5.631 orang. Kunjungan juga nampak cukup tinggi pada akhir dan awal tahun. Tercatat pada Desember 2025 jumlah kunjungan wisman mencapai 1.104 orang dan Januari 2025 mencapai 1.014 orang. “Jumlah kunjungan ini juga mengikuti musim-musim liburan wisatawan atau high season yang terjadi di Bali,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  Bentuk Komunitas, Warga Peliatan Buru Sampah Plastik
BAGIKAN