Tim dari PUPRPKP Tabanan tengah melakukan perbaikan pada plafon tapal batas Tabanan Jemberana.(BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Tapal batas yang menjadi ikon pintu masuk Kabupaten Tabanan di wilayah barat dan baru rampung akhir 2025 mendadak menjadi sorotan publik. Tapal batas penghubung Kabupaten Tabanan dan Jembrana di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat itu bahkan sempat ramai di media sosial setelah bagian plafonnya dilaporkan jebol akibat hujan deras disertai angin kencang.

Video tersebut pun banyak dikomentari bahkan ada yang mempertanyakan kualitas bangunan yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah, dan menyebut kerusakan tersebut tidak sebanding dengan nilai investasi yang digelontorkan pemerintah daerah.

Baca juga:  Hasil Rekap Sementara Pilpres di Bali, Prabowo-Gibran Ungguli Dua Paslon Lainnya

Menanggapi sorotan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, membenarkan adanya kerusakan pada bangunan tapal batas tersebut. Namun, ia menegaskan kerusakan yang terjadi bersifat ringan dan langsung ditangani.

“Hasil pengecekan di lapangan, kerusakan hanya terjadi di bagian plafon. Diduga air masuk karena desain bangunan memang memiliki celah terbuka, ditambah dorongan angin dan hujan deras dua hari terakhir,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (7/1).

Baca juga:  Progres Penataan Tapal Batas Tabanan Baru 38 Persen

Dedy memastikan, begitu laporan diterima, tim teknis langsung diterjunkan untuk melakukan perbaikan. Penanganan dilakukan tanpa harus membongkar seluruh plafon. “Perbaikannya kecil saja dan sudah dituntaskan hari ini,” tegasnya.

Tapal batas di wilayah barat Tabanan tersebut sebelumnya rampung pada November 2025 dengan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Pembangunan ini merupakan bagian dari penataan wajah daerah, khususnya pintu masuk kabupaten, dengan mengusung konsep story land yang menonjolkan identitas Tabanan sebagai lumbung pangan dan daerah seni budaya Bali.

Nuansa agraris ditampilkan melalui enam patung utama, yakni dua patung matekap (membajak sawah), dua patung patih, satu patung petani, serta satu patung anak petani. Patung sapi turut dihadirkan sebagai simbol ketahanan pangan dan pertanian Tabanan.

Baca juga:  Kembali Normal, Penyeberangan Padangbai-Gili Trawangan

Selain di perbatasan Tabanan–Jembrana, tapal batas juga dibangun di wilayah timur, tepatnya di perbatasan Tabanan–Badung, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri. Di kawasan ini berdiri patung Panca Pandawa, patung pembawa okokan, serta patung penari Tari Oleg Tamulilingan dan Tari Gebyar Duduk sebagai representasi kuat Tabanan sebagai daerah seni.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN