
BANGLI, BALIPOST.com – Aparat gabungan dari unsur Kecamatan Tembuku, TNI, Polri, dan Pemerintah Desa melakukan pemangkasan pohon serta dahan bambu yang menjuntai ke jalan di ruas Jalan utama Tembuku, Kamis (22/1). Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi potensi bencana pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem.
Camat Tembuku, Putu Sumardiana menyatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Bupati Bangli terkait kewaspadaan bencana. “Hari ini kita lakukan antisipasi potensi bencana bekerjasama dengan TNI, Polri, dan Perbekel Desa Tembuku. Fokus kita adalah pembersihan dahan bambu dan pohon lainnya yang kondisinya sudah miring atau menjuntai ke jalan, agar tidak menimbulkan dampak bencana di kemudian hari,” ujar Sumardiana.
Ia menambahkan wilayah Tembuku tergolong rawan bencana pohon tumbang dan tanah longsor. Pihaknya pun telah memetakan titik-titik yang rawan bencana. Sumardiana menekankan bahwa peran serta masyarakat, khususnya pemilik lahan di pinggir jalan, sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi ini. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan para pemilik lahan. Keterlibatan masyarakat sangat penting. Kami mengajak mereka ikut serta melakukan pemangkasan pohon di lahan pribadi yang sekiranya berpotensi tumbang ke jalan,” jelasnya
Sumardiana menambahkan kegiatan pemangkasan pohon sebelumnya sudah sering dilakukan dengan melibatkan instansi terkait. Namun karena saat ini cuaca ekstrem, maka kegiatan tersebut lebih diintensifkan guna mengurangi risiko bencana. “Harapannya bagaimana dampak bencana bisa kita minimalkan untk keselamatan bersama,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada Rabu (21/1), tanah longsor disertai pohon tumbang menutup ruas jalan utama Bangli-Karangasem, tepatnya di tikungan Banjar Dinas Jehem, Desa Jehem, Tembuku. Kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas sempat terganggu.
Material longsor dan pohon tumbang yang menutup badan jalan sejak pukul 06.00 WITA memicu kemacetan. Untuk mengurai antrean, petugas melakukan pengalihan arus bagi kendaraan roda empat.
Akses jalan baru dapat terbuka setelah tim gabungan TNI/Polri dan TRC Dinas PU Provinsi mengerahkan alat berat ke lokasi untuk pembersihan material. (Dayu Swasrina/balipost)










