
DENPASAR, BALIPOST.com – Saat perayaan Idulfitri, warga Denpasar yang beragama Islam akan merayakan di kampungnya masing-masing. Oleh karena itu, banyak rumah kosong ditinggal mudik oleh pemiliknya.
Menyikapi kondisi tersebut, Polresta Denpasar telah memetakan wilayah rawan gangguan kamtibmas, khususnya aksi pencurian.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhy Saputra Jaya, Rabu (4/3) menjeskan langkah-langkah strategis yang biasanya diimplementasikan oleh polresta dan polsek jajaran untuk menjaga keamanan wilayah selama musim mudik Lebaran, yaitu mengombinasikan tindakan preventif, patroli intensif, dan edukasi masyarakat.
Strategi pengamanan rumah kosong (rumsong) mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian, kepolisian melakukan langkah pendataan dan pemetaan dilakukan Bhabinkamtibmas.
Petugas mendata rumah-rumah yang ditinggal mudik di setiap desa/kelurahan untuk memetakan titik kerawanan. Selanjutnya melaksanakan patroli blue light menyasar kompleks perumahan dan pemukiman padat penduduk, terutama pada jam-rawan yaitu dini hari.
“Sistem penebalan keamanan melibatkan pengamanan swakarsa. Kami berkoordinasi dengan petugas keamanan perumahan dan pecalang atau linmas setempat untuk memperketat pengawasan orang asing yang masuk ke lingkungan tersebut,” ujarnya.
Sedangkan dalam upaya mencegah kebakaran saat ditinggal mudik, menurut Iptu Adi sering dipicu korsleting atau kebocoran gas. Upaya pencegahannya, pihaknya memberikan imbauan dan sosialisasi supaya warga mencabut seluruh peralatan listrik yang tidak diperlukan. Selain itu melepas regulator tabung gas sebelum meninggalkan rumah.
Petugas juga melakukan patroli rutin, tidak hanya mengecek pintu/pagar, tetapi memantau jika ada bau kabel terbakar atau kepulan asap di area pemukiman. Pihaknya koordinasi dengan pemadam agar menyiagakan jalur komunikasi cepat jika sewaktu-waktu ditemukan indikasi awal kebakaran.
“Imbauan bagi pemudik di wilayah Denpasar supaya melapor ke RT/RW atau kepala lingkungan. Pastikan orang di sekitar atau pihak keamanan setempat tahu bahwa rumah dalam keadaan kosong. Gunakan gembok yang kuat dan pastikan semua pintu atau jendela terkunci rapat,” tegasnya.
Pihaknya juga menyarankan pemilik rumah memasang lampu otomatis yang menyala hanya saat malam hari agar tidak terlihat mencolok bahwa rumah sedang kosong di siang hari. Tak kalah penting pasang CCTV yang terkoneksi dengan ponsel agar bisa melakukan pemantauan mandiri.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polresta Denpasar hadir untuk menjaga, namun kewaspadaan diri adalah benteng pertama,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










