
DENPASAR, BALIPOST.com – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bali mengimbau agar anak-anak tidak dilibatkan dalam aksi demonstrasi. Imbauan ini disampaikan karena KPAD mencermati adanya keterlibatan anak-anak pada demo di Polda Bali, Sabtu (30/8).
“Ada keterlibatan anak-anak, kita mendampingi di Polda Bali. Anak-anak terlibat dalam aksi dan diamankan di Polda Bali kemarin,” ujar Ketua KPAD Bali, Luh Gede Yastini, Minggu (31/8).
Ia juga menyayangkan aksi-aksi demonstrasi disertai perusakan ke fasilitas publik. Mencermati perkembangan aksi yang terjadi di Bali dan keterlibatan anak-anak dalam aksi yang dilakukan, maka KPAD Bali mengimbau semua pihak untuk menghentikan pelibatan anak, terutama dalam aksi politik.
KPAD juga mengimbau anak-anak agar menjauhi tempat-tempat kerumunan aksi yang berpotensi membahayakan bagi keselamatan secara fisik maupun psikis. Ia meminta orang tua agar memberikan edukasi kepada anak agar kritis dan tidak mudah terprovokasi maupun termakan hoaks atau ajakan negatif.
Peran satuan pendidikan juga penting, dalam kaitannya memberikan edukasi tentang pendidikan politik, demokrasi, dan penyampaian pendapat dan membuka ruang-ruang dialog yang aman bagi anak.
Kepolisian pun diharapkan dapat melakukan pengamanan dan penanganan yang humanis sesuai dengan UU Perlindungan Anak dan UU SPPA secara penuh. (Citta Maya/balipost)