
DENPASAR, BALIPOST.com – Seminggu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan kasus meniggalnya seorang balita di Sukabumi, Jawa Barat, Rara (4) yang diduga akibat menderita cacingan.
Meski setelah ditelusuri hasil diagnosisnya, kematian balita malang itu bukan disebabkan akibat cacingan. Balita Rara, didiagnosis meninggal akibat menderita TBC.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut Raya, balita 4 tahun di Sukabumi tidak meninggal karena cacing yang ada di tubuhnya. Melainkan diduga karena meningitis tuberkulosis (TBC).
“Kemarin kan ada yang meninggal karena cacing, itu sebenarnya kalau dokter-dokter lihat medical recordnya, ahli-ahli datang, meninggalnya bukan karena cacing. Dugaannya meningitis karena TBC,” kata Budi Gunadi, Selasa (26/8).
Melihat kasus tersebut, sejauh mana bahaya dan bagaimana cara penanganannya bila anak cacingan?
Bahaya utama anak cacingan meliputi gangguan pertumbuhan fisik dan mental akibat kekurangan gizi, anemia, serta peningkatan risiko stunting (perawakan pendek).
Cacing dapat menyerap nutrisi dan kehilangan darah dari tubuh anak, menurunkan daya tahan tubuh sehingga anak mudah sakit. Dalam kasus yang parah, cacingan bisa menyebabkan penyumbatan usus, gangguan fungsi paru dan jantung, bahkan kematian.
Ini beberapa dampak anak bila terkena cacingan dirangkum dari berbagai sumber.
- Kekurangan gizi dan stunting
Cacing menyerap nutrisi penting dari tubuh anak, menyebabkan anak kekurangan gizi yang mengganggu perkembangan fisik dan mental, serta berisiko stunting.
2. Anemia
Cacing, seperti cacing tambang, dapat menyerap zat besi dalam tubuh anak, menyebabkan anemia atau kekurangan darah.
3. Masalah Kesehatan Fisik
4. Nyeri dan gangguan pencernaan
Anak bisa mengalami sakit perut, mual, muntah, diare, dan nafsu makan berkurang.
5. Gatal di anus:
Cacing kremi dapat menyebabkan gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari, sehingga anak gelisah saat tidur.
6. Penyumbatan usus
Cacing yang berjumlah banyak dapat menyebabkan penyumbatan usus, mengganggu pencernaan.
7. Komplikasi Jangka Panjang dan Infeksi Lain
8. Masalah paru dan jantung
Larva cacing dapat bermigrasi ke paru-paru dan organ lainnya, menyebabkan gangguan fungsi paru dan jantung.
9. Cysticercosis
Pada kasus infeksi cacing pita, dapat terjadi cysticercosis yang memicu gangguan penglihatan dan kejang.
10. Penurunan daya tahan tubuh
Cacingan membuat sistem kekebalan tubuh anak menurun, sehingga lebih mudah terserang penyakit lain.
Pengobatan dan Pencegahan:
- Jika anak menunjukkan gejala cacingan, segera periksakan ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi.
- Pemeriksaan dan pengobatan cacingan penting untuk mencegah penularan cacing ke orang lain di lingkungan sekitar.
- Menjaga kebersihan anak menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua.
- Ada berbagai gangguan kesehatan yang bisa dialami anak akibat kebersihan tubuh dan tangan tidak dijaga, salah satunya cacingan.
- Selain menyebabkan kondisi kesehatan yang menurun, anak yang cacingan juga berisiko mengalami komplikasi akibat penyakit ini. Untuk itu, tidak ada salahnya orang tua untuk mengetahui bahaya cacingan pada anak serta pencegahannya agar kondisi kesehatan anak tetap dalam kondisi yang optimal. Cacingan kerap dialami oleh anak-anak.
- Selain karena imun tubuh yang belum optimal, kondisi ini juga terjadi karena anak-anak lebih sering terpapar oleh tanah maupun air yang terkontaminasi saat bermain. Menurut WHO, diperkirakan 24 persen penyakit cacingan disebabkan akibat paparan langsung dari tanah.
Beberapa kondisi yang dapat memicu cacingan pada anak, seperti:
-Mengonsumsi air dengan tingkat kematangan yang kurang baik.
-Mengonsumsi daging yang tidak matang.
-Terpapar dengan feses yang mengalami infeksi.
-Sanitasi yang buruk.
-Kebersihan tubuh dan tangan yang kurang baik.
Jangan tunda melakukan pemeriksaan jika gejala yang dialami anak semakin memburuk. Seperti muntah dengan frekuensi yang sering, demam, mengalami dehidrasi, hingga nyeri perut yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Jika anak mengalami keluhan kesehatan yang terkait dengan cacingan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit untuk mencegah komplikasi. Jika kondisi cacingan tidak diatasi dengan baik dapat menjadi kondisi yang berbahaya bagi kesehatan. Jadi, segera lakukan pengobatan yang dianjurkan oleh dokter agar kondisi ini dapat membaik.
Pencegahan Cacingan pada Anak
Cacingan pada anak dapat dengan mudah untuk dicegah. Ada beberapa hal penting yang wajib dilakukan agar terhindar dari kondisi ini, seperti:
- Rajin mencuci tangan, khususnya setelah kamu menggunakan kamar mandi dan setelah atau sebelum mengonsumsi makanan tertentu.
- Hindari menggunakan barang-barang pribadi bersama.
- Hindari buang air besar sembarangan.
- Bersihkan toilet dan kamar mandi secara rutin.
- Selalu gunakan alas kaki saat bermain di ruang terbuka.
- Hindari berenang di air yang kotor dan berpotensi menjadi tempat penularan penyakit.
- Pastikan anak mengonsumsi makanan dan air dengan tingkat kematangan yang optimal.
- Penuhi asupan nutrisi anak agar imun tubuh anak meningkat. (Asmara Putera/balipost)