Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah II drh. Nyoman Arya Dharma menunjukkan warga yang digigit anjing diduga rabies. (BP/ist)

GIANYAR, BALIPOST.com – Anjing yang diduga rabies menggigit warga di Banjar Tebuana, Desa Sukawati, Rabu (4/3). Anjing tersebut menggigit tiga orang warga banjar setempat. Setelah mendapat korban, anjing itu kabur dan masih dalam pencarian hingga Jumat (6/3).

Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah III drh. Nyoman Arya Dharma menyatakan, anjing menggigit warga pada Rabu pagi. Kala itu korban sedang jalan kaki menuju pasar. “Kejadiannya pagi-pagi, tiba-tiba mereka digigit oleh anjing liar,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Massa Nusa Penida Kecam AWK hingga Sudah Hampir 2,5 Bulan Bali Terus Menambahkan Korban Jiwa COVID-19

Setiap orang yang lewat digonggong kemudian diterkam. Tiga korban mengalami luka gigit di tempat yang berbeda. Ada yang di bagian tangan dan kaki. “Korban sudah memperoleh Vaksin Anti-Rabies (VAR) dan mendapat perawatan,” katanya.

Petugas bersama warga sempat menelusuri keberadaan anjing penggigit yang bersembunyi di seputaran Tukad Cengceng, Banjar Tebuana. “Anjingnya belum ketemu, masih dalam pencarian, ” tambah Arya Dharma.

Kasus gigitan lainnya juga terjadi di Banjar Pokas, Desa Blahbatuh, pada Kamis (5/3). Bocah laki-laki 8 tahun diterkam oleh anjing peliharaan di bagian kepala, leher dan punggung. Anjing yang mengamuk itu telah diambil sampel otaknya untuk diuji di lab. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN