Petugas Dinas Pertanian dan Pangan sedang memberikan pelayanan kepada warga yang datang ke Mangupura Vet Care. (BP/Par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Badung, tetap membuka klinik kesehatan hewan di 2023. Program ini dinilai memberikan manfaat lebih bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan.

Kadispertan Badung, Wayan Wijana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dua dokter hewan dibantu mahasiswa dari Falkutas Kesehatan Hewan (FKH) Unud. Pelayanan kesehatan hewan Mangupura Vet Care ini masih memanfaatkan salah satu ruangan di kantor dinas setempat.

“Iya.. program ini kami lanjutkan sebagai salah satu inovasi. Kami sudah menyiapkan dua orang dokter hewan untuk piket dibantu mahasiswa FKH Unud yang sedang PKL,” ujar Wayan Wijaya, Kamis (12/1).

Baca juga:  Upaya Diversifikasi Pangan dengan Budidaya Porang

Menurutnya, Mangupura Vet Care mendapat respon positif dari masyarakat di Gumi Keris. Hal ini tercermin dari jumlah masyarakat yang datang, yakni rata-rata 2 hingga 3 orang setiap harinya. “Masyarakat ada saja yang datang membawa binatang peliharaanya terutama untuk layanan vaksinasi rabies dan pengobatan. Rata-rata setiap hari antara 2 sampai 3 orang datang ke klinik kami,” ungkapnya.

Dijelaskan, inisiatif untuk membuat klinik hewan berawal dari banyaknya masyarakat yang meminta pelayanan kesehatan hewan yang datang langsung ke kantornya. Tujuan Mangupura Vet Care ini adalah dalam upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan hewan yang lebih cepat dan nyaman kepada masyarakat dan juga pecinta hewan peliharaan dari kalangan ASN.

Baca juga:  Bupati Suwirta Berharap Organisasi Wanita Berperan Aktif Jaga Kesehatan dan Kebersihan Masyarakat

“Kebetulan ada ruangan kosong yang bisa dimanfaatkan dan kesadaran masyarakat terhadap hewan peliharaan juga semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dari antusias masyarakat memanfaatkan layanan tersebut. Ini tentu sangat membantu program kami dalam meningkatkan cakupan,” jelasnya.

Secara umum pelayanan yang diberikan kepada masyarakat masih terbatas pada konsultasi kesehatan hewan, vaksinasi dan pengobatan yang dilayani oleh 5 orang dokter hewan dan kedepan jika anggaran memungkinkan pihaknya akan terus melengkapi peralatan dan obat-obatan yang diperlukan agar bisa memberikan layanan seperti layaknya klinik hewan. (Parwata/Balipost)

Baca juga:  Masif Gerakan 3T, Total Sembuh Melebihi Tambahan Kasus Baru Covid-19
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *