Bak pembuangan sampah di Pasar Melaya yang berdekatan dengan kios pedagang makanan menimbulkan bau dan lalat. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah warga yang berjualan di Pasar Melaya mengeluhkan tempat pembuangan sampah yang belakangan terus overload. Lokasi pembuangan di dekat kios-kios pedagang dan pasar senggol ini menimbulkan bau tak sedap, lalat dan berdampak pada pedagang makanan.

Sejumlah pedagang, Jumat (15/3) kemarin mengungkapkan persoalannya saat ini, tempat pembuangan sampah itu sudah seperti TPS di Melaya. Bukan saja untuk sampah pasar, tetapi juga warga lain dari luar desa Melaya ikut membuang sampah di sana.

Kebanyakan justru sampah-sampah yang cepat busuk dan bangkai sisa pemotongan. Hingga meluber keluar dari bak pembuangan.

Baca juga:  Oknum Ketua KPPS di Tabanan Diduga Lakukan Kecurangan, Bawaslu Mengaku Masih Pendalaman

Dampaknya, muncul bau menyengat dan lalat. Salah satu pedagang yang paling dekat, Arif (42), mengatakan sejatinya pihak pengelola pasar hingga Dinas Lingkungan Hidup sudah menindaklanjuti dan tanggap penanganan dengan mengambil setiap hari.

Bahkan juga sempat ditutup plang dan himbauan, agar warga tidak sembarangan membuang sampah. Tetapi, justru dibongkar dan sampah tetap dibuang sembarangan di sekitar bak pembuangan. “Kalau sampah dari pasar saja tidak sempai meluber seperti itu. Ini ada dari luar pasar bahkan dari luar Desa Melaya buang di sini. Kadang sampai satu bak penuh dari luar, dibuang di sini,” ujarnya.

Baca juga:  DPT Bangli Ditetapkan, Ini Wilayah dengan Jumlah Pemilih Terbanyak

Petugas bahkan sempat menjaga lokasi tersebut, dan dari luar pasar tidak berani membuang. Hanya saja, tetap kucing-kucingan.

Kondisi tersebut berdampak pada para pedagang. Di dekat lokasi itu, terdapat deretan kios makanan yang terdampak langsung.

Upik (41) pedagang makanan lainnya juga mengeluhkan dampak dari tempat sampah yang sering overload tersebut. Bahkan sering muncul lalat dan membuat risih konsumen termasuk pedagang.

Warga lainnya pemilik kios yang terdampak di antaranya Sukiyo (50) dan Yasin (54). Termasuk belasan pedagang pasar senggol di malam hari. Mereka berharap agar tempat pembuangan sampah itu dipindahkan.

Baca juga:  Mudik Lebaran untuk Sementara Ditunda

Sementara itu, Kepala Dinas LH Jembrana, Dewa Gde Ary Candra Wisnawa mengatakan akan menindaklanjuti terkait masalah sampah di pasar Melaya ini. Dinas akan membahas secara internal terkait permohonan para pedagang tersebut. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *