Pekerja di pasar barang antik Panjiayuan, Beijing, China, Minggu (12/6/2022), hendak beraktivitas kembali setelah ditutup total akibat ditemukan klaster baru COVID-19 pada 22 April 2022. Beijing menghadapi ancaman penguncian wilayah (lockdown) lagi setelah ditemukan klaser baru pengunjung bar pada Kamis (9/6/2022) atau tiga hari setelah pencabutan status lockdown pada Senin (6/6/2022). (BP/Ant)

BEIJING, BALIPOST.com – China segera mencabut status penguncian wilayah (lockdown) secara parsial setelah ratusan kasus positif COVID-19 terkait klaster bar berhasil ditangani.

Beberapa kompleks permukiman dan stasiun kereta metro bawah tanah di Ibu Kota pada Minggu dijadwalkan dibuka lagi.

Kompleks permukiman dan stasiun ditutup sejak ditemukan kasus positif terkait pengunjung Heaven Supermarket Bar di kawasan internasional Sanlitun, Distrik Chaoyang.

Otoritas kesehatan Beijing tidak menemukan kasus baru di luar kawasan lockdown dalam tiga hari berturut-turut.

Baca juga:  Korea Selatan Cabut Mandat Penggunaan Masker

“Dengan tidak adanya kasus baru di luar area lockdown, maka mata rantai penularan wabah saat ini telah terputus,” demikian juru bicara Pemerintah Kota Beijing Xu Hejian kepada pers, dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (19/6).

Pada Jumat (17/6) terdapat sembilan kasus baru sehingga totalnya menjadi 369 kasus terkait klaster bar. Klaster bar ditemukan pada Kamis (9/6) atau tiga hari setelah Beijing mencabut status lockdown secara keseluruhan pada Senin (6/9).

Baca juga:  Berikan Bali Otoritas Kelola Pariwisatanya

Akibat munculnya klaster bar tersebut, Beijing menerapkan status lockdown lagi di beberapa kawasan. Pusat perbe lanjaan, kafe, dan restoran di kawasan Sanlitun juga kembali ditutup.

Warga yang tinggal di Distrik Chaoyang juga diwajibkan tes PCR setiap hari lagi sejak Kamis (9/6) itu. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *