Pasien RS Gema Santi saat dirujuk menggunakan fast boat penumpang. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Proses rujukan pasien RS Gema Santi Nusa Penida menjadi buah bibir para penumpang fast boat, Sabtu (8/1). Sebab, pasien atas nama Ketut Budriani (26) asal Banjar Salang Desa Batukandik, Nusa Penida ini, justru menggunakan fast boat umum. Padahal, dalam proses rujukan pasien sudah ada Ambulans Laut. Situasi demikian membuat banyak orang prihatin, termasuk anggota DPRD Klungkung Wayan Widiana, yang saat itu kebetulan juga sebagai penumpang dan melihat langsung situasinya di dalam fast boat.

Widiana menceritakan saat itu pasien ini harus ditandu menuju fast boat Gangga dari Nusa Penida untuk dirujuk ke Klungkung Daratan. Karena fastboat umum, pasien terpaksa berbaring di lantai deck karena fast boat penumpang ini tidak memiliki fasilitas khusus untuk mengangkut pasien dalam keadaan sakit. Politisi Gerindra ini mengaku prihatin melihat proses rujukan ini. Kenapa pihak rumah sakit tidak memanfaatkan fasilitas Ambulans Laut yang sudah disediakan pemerintah daerah. Pemkab Klungkung sejak setahun lalu telah melakukan kerjasama dengan RSU Grha Bhakti Medika terkait pelayanan rujukan kegawatdaruratan dalam pemanfaatan Ambulans Laut.

Baca juga:  Dua Hari Berturut-turut, Jembrana Laporkan Pasien COVID-19 Meninggal

“Kalau merujuk pasien dari Nusa Penida, sebaiknya pihak rumah sakit manfaatkan Ambulans Laut, agar pasien diperlakukan lebih layak,” kata politisi asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan ini, Minggu (9/1).

Belajar dari kejadian ini, Widiana pun kembali mengingatkan eksekutif betapa pentingnya Ambulans Laut ini. Maka, eksekutif sudah selayaknya merealisasikan pengadaan Ambulans Laut, mengingat Ambulans Laut yang sekarang merupakan milik RSU Grha Bhakti Medika. Apalagi, Ambulans Laut ini dikatakan lebih sering parkir di Lembongan, daripada di Nusa Gede.

Baca juga:  Pasien RSUP Sanglah Membeludak

Terkait situasi ini, Direktur RSUD Gema Santi Nusa Penida, dr. I Ketut Rai Sutapa menjelaskan sebenarnya pasien yang dimaksud bisa menggunakan Ambulans Laut. Tetapi, menurut Sutapa pihak keluarga pasien sudah terlanjur memesan tiket fast boat penumpang. Waktu itu, pertimbangan pihak keluarga agar proses rujukan pasien bisa lebih cepat, sehingga sampai di tempat rujukan lebih cepat dan segera mendapat penanganan.

“Kebetulan waktu itu pasien rujukan ini juga tidak perlu menggunakan peralatan yang banyak selama proses rujukan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Ambulans Laut yang sudah disediakan pemerintah daerah. Menurutnya, selama ini keberadaan Ambulans Laut ini sudah cukup banyak membantu dalam proses rujukan pasien, baik dari Lembongan maupun Nusa Gede ke Klungkung Daratan. Menurutnya, Ambulans Laut ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah, yang sudah terealisasi cukup baik dalam setahun terakhir.

Baca juga:  Korban Meninggal Corona Jadi 132 Orang

“Karena Klungkung sudah UHC (hampir semua menjadi peserta BPJS), jadi pasien rujukan tidak perlu bayar lagi.¬†Direktur RS Gema Santi dan Kadiskes sudah saya tugaskan agar mensosialisasikan lagi kepada masyarakat, agar semua tahu. Trus kenapa parkir di Lembongan, karena sementara ini, disana tempat paling aman. Setelah dermaga selesai, saya akan bahas lagi tempatnya yang paling pas,” tegas Bupati Suwirta. (Bagiarta/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *