
BANGLI, BALIPOST.com – Rumput yang ditanam warga mengganggu ruas jalan menjadi perhatian anggota DPRD Bangli. Dewan meminta persoalan tersebut ditangani oleh dinas terkait.
Legislator yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Bangli Nengah Darsana mencontohkan ruas jalan Pengotan–Langkaan yang terganggu akibat rimbunnya rumput di sisi jalan. Karena ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dia meminta dinas PU berkoordinasi dinas terkait lainnya untuk turun tangan melakukan pembersihan dan penertiban.
Pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan tokoh masyarakat setempat, namun belum membuahkan hasil.
“Mungkin bisa secara bersama-sama kita turun,” ujar Darsana dalam rapat kerja dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangli, Senin (19/1).
Persoalan serupa juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bangli I Nyoman Merta Suteja. Namun, ia menyoroti tanaman bambu yang tumbuh di lahan pribadi, tetapi menjorok ke badan jalan. Bahkan, bambu tersebut kerap mengenai kendaraan yang melintas.
Sekretaris Dinas PU Bangli I Wayan Lega Suprapto tidak menampik rumput yang sengaja ditanam hingga mengganggu jalan masih menjadi persoalan di Bangli. Pihaknya mengaku sudah melakukan penindakan di titik tertentu.
Namun, upaya tersebut kerap tidak bertahan lama. “Sekarang kita potong rumputnya, besok ditanami lagi,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lega menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam memelihara jalan. Ia juga menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada pemberian penghargaan terhadap desa yang mampu menjaga dan merawat jalan di wilayahnya.
Desa tersebut nantinya akan diprioritaskan dalam program pemeliharaan maupun peningkatan jalan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat. (Dayu Swasrina/balipost)










