Suasana di RSD Mangusada. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Angka positivity rate Corona di Kabupaten Badung mencapai angka terendah 0,07 persen. Rendahnya positivity rate tak membuat pemerintah setempat lengah dan terus memperkuat pengawasan untuk menghindari potensi lonjakan kasus.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Badung dr. Wayan Darta saat dikonfirmasi Rabu (29/12) mengatakan sempat beberapa hari tidak ada ditemukan kasus positif baru. “Kami berharap pandemi ini dapat segera berakhir, sehingga tetap harus menjaga prokes baik memakai masker, mencuci tangan, maupun menjauhi kerumunan,” ujarnya.

Baca juga:  Putus Rantai Penyebaran COVID-19, Badung Berlakukan Karantina PPDN

Menurutnya, walau pun angka kasus dapat ditekan, masyarakat juga harus tetap waspada. Pasalnya, saat ini sudah ada varian baru Covid-19, seperti omicron.
“Kami akan tetap antisipasi dengan menerapkan 3T (Tracing, Testing dan Treatment), dan vaksinasi. Selain pelaku perjanalan antar daerah harus diperketat,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap, dalam perayaan tahun baru sebisa mungkin tidak dilakukan. Terlebih, pemerintah juga sudah melarang adanya perayaan tahun baru. Hal ini dapat memicu adanya pertumbuhan kasus baru.
“Ini yang kami khawatirkan (muncul kluster baru), karena mobilitas masyarakat tidak bisa dibatasi. Meskipun herd immunity sudah terbentuk. Makanya dilarang untuk ada acara kumpul-kumpul,” katanya.

Baca juga:  Belum Terlacak, Dua Orang Berinteraksi di Lokasi Warga Intaran Positif COVID-19

Penurunan kasus tersebut berdampak pada Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. Bahkan, sepekan terakhir tingkat keterisian tempat tidur sudah nol. Plt Direktur RSD Mangusada dr. Ketut Japa, membenarkan jika tingkat keterisian kamar turun dratis seiring melandainya kasus COVID-19. “BOR saat ini kosong, tidak ada pasien COVID-19 yang kami rawat,” ungkapnya.

Namun demikian, dr. Japa mengakui tetap menyiagakan puluhan tempat tidur mengantisipasi lonjakan kasus pasca perayaan Natal dan Tahun Baru. “Kami hanya siagakan 30 kamar istilahnya buka tutup, kalau nanti tiba-tiba terjadi peningkatan kasus Covid tingal memasukan pasien saja,” jelasnya. (Parwata/balipost)

Baca juga:  Dari Karantina OTG-GR di Hotel Dihentikan Sementara hingga WNI Pelesir ke LN Keluarkan Miliaran Dolar AS
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *