Adi Arnawa. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung melakukan evaluasi pelaksanaan penanganan COVID-19, Selasa (15/3). Hasil evaluasi yang dilakukan, terdapat dua hal yang menjadi atensi dalam waktu jangka pendek.

Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan pihaknya akan mengatensi terkait pelaksanaan gebyar vaksinasi dalam rangka upaya Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Kedua, dilihat bahwa dengan kehadiran dari para wisatawan mancanegara yang datang ke Bali khususnya ke wilayah Badung, memberikan angin segar kepada Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca juga:  Digagalkan, Penyelundupan Ribuan Burung Kicau

“Para wisatawan yang datang ke Bali pasti ada yang pernah tertular COVID-19, maka dari itu di Badung ingin membuat suatu percepatan penanganan dari segi kesiapan penanganan Fasilitas Kesehatan (Faskes) Rumah Sakit,” ungkapnya.

Sekda Adi Arnawa mengatakan bahwa di Badung ada 10 rumah sakit dan 8 diantaranya melayani COVID-19, termasuk RSUD Mangusada. Walaupun situasi COVID-19 di Badung melandai, diharapkan rumah sakit tetap menyiapkan beberapa ruangan untuk menangani pasien COVID-19.

Baca juga:  Karangasem Targetkan Vaksinasi Nakes Rampung Februari

“Saya melihat dari kebijakan ini, kita mendapatkan ruang yang cukup besar, bahwa penanganan COVID di Bali Khususnya di Badung benar-benar bisa dilaksanakan secara profesional. Berangkat dari kondisi itu, saya melihat bahwa penanganan COVID-19, merupakan suatu garansi bagi kita kepada para wisatawan untuk berani datang ke Bali khususnya ke Badung,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Nyoman Gunarta mengatakan tingkat vaksinasi per 15 Maret mencapai angka 38,4 persen untuk Vaksinasi Booster dan 10 persennya merupakan sumbangan dari TNI-Polri dan pihak lainnya.

Baca juga:  Ditanya Soal Stok Vaksin COVID-19 di Bali, Ini Kata Kadiskes

“Untuk pembukaan pariwisata, di Badung sudah memenuhi syarat, di samping diarahkan tingkat vaksinasi Booster ada di angka 30 persen dan tetap bergerak sampai hari ini. Terkait penanganan COVID-19 kita tetap memikirkan di hulunya menjadi prioritas, untuk menyaring orang yang masuk ke Badung sehingga sedikit mungkin terpapar COVID-19,” terangnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN