Suasana evakuasi korban tertimbun longsor di Trunyan, Sabtu (16/10). (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Dua korban tertimbun longsor di Bangli akhirnya meninggal dunia, Sabtu (16/10). Sebelumnya, ada 4 orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan longsor dan dirujuk ke Puskesmas Susut. Namun, nyawa dua orang tidak berhasil diselamatkan.

Berdasarkan update terbaru dari BPBD Bali, korban yang meninggal adalah Ni Kadek Wahyuni (25) dan Lionel Adi Putra (8). Keduanya meninggal saat berada di puskesmas. “Tadi ditelpon dari pihak puskesmas, dua orang meninggal,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli I Ketut Agus Sutapa.

Baca juga:  Balik Lagi ke Isolasi Mandiri, Ahli Virologi Sebut Tak Efektif

Agus mengatakan satu rumah di Banjar Cemara Landung, Desa Trunyan, Kintamani tertimbun longsor. Lokasi rumah yang tertimbun longsor berada tepat di bawah kaki bukit Abang.

Rumah itu dihuni delapan jiwa. Empat orang diantaranya tertimbun longsor. Empat lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Mereka yang tertimbun adalah Made Mudawati (42), Nopita Sari (18), Ni Kadek Wahyuni (25) dan Lionel (8).

Baca juga:  Dari Pengusaha Bali akan Ikuti PPKM Darurat hingga 3 Digit Tambahan Warga Terinfeksi COVID-19

Sedangkan empat yang berhasil ke luar saat longsor terjadi. Yaitu Gede Solikin (28), Ni Putu Wahyuni (28), Devina (4 th), dan seorang bayi berusia 4 bulan.

Identitas korban meninggal juga dibenarkan Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta. Ia mengatakan selain dua korban jiwa, dua korban selamat saat ini masih dirawat. Made Mudawati (42) dan Nopita Sari (18) dirawat di RSU Bangli.

Baca juga:  Tak Suka Jadi Raja Muda

Sementara itu, satu lagi korban luka ringan, I Gede Solikin, dirawat di Puskesmas Kintamani IV di Desa Kedisan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN