Tangkapan layar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Peningkatan mobilitas, terutama di retail dan rekreasi terjadi dalam sepekan terakhir saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Selain itu, kenaikan mobilitas juga terjadi ke tempat kerja. Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan dalam keterangan pers terkait evaluasi PPKM, Senin (27/9).

Dikatakan Luhut dalam keterangan virtual disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, mobilitas menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Walaupun sudah diambil berbagai macam langkah, seperti sistem genap dan ganjil. “Tetap saja angka itu cukup naik. Dan ini menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.

Baca juga:  Tes Swab Ratusan Warga Banjar Serokadan Sebagian Sudah Keluar, Ini Hasilnya

Ia mengutarakan pihaknya mendapat laporan di Pangandaran ada 10 ribu orang yang datang ke pantai itu pada akhir pekan kemarin. “Walaupun sudah diatur, tapi mungkin orang sudah sangat lelah untuk tinggal di rumah,” katanya.

Secara umum, Luhut mengatakan kasus konfirmasi nasional turun 96,9 persen dari puncak 15 Juli 2021. Sedangkan, kasus konfirmasi Jawa-Bali turun 98 persen dari puncak 15 Juli. “Kasus aktif di Jawa-Bali juga turun 96 persen dari puncak 24 Juli,” ungkapnya.

Baca juga:  Truk Terguling, 3 Orang Luka

Dikatakannya juga, tingkat reproduksi efektif terus turun di bawah 1 persen. Bali masih 1,01 persen. “Jadi sedikit lagi akan turun. Angka-angka ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Tapi justru hati-hati,” katanya mengingatkan.

Disebutkannya pula, testing terus meningkat dan positivity rate sudah turun di bawah 2 persen. Per 7 hari, angkanya membaik. “Yang ditesting itu rata-rata 170 ribu per hari. Saya ulangi 170 ribuan per hari. Jadi angka ini cukup oke, walaupun kami target lebih dari itu,” sebut Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali ini.

Baca juga:  Pemanjat Kelapa Ditemukan Tak Bernyawa

PPKM Jawa-Bali seperti yang telah disampaikan pekan lalu, masih akan berlangsung hingga 4 Oktober. Evaluasi per provinsi untuk asesmen level akan dilakukan 2 minggu sekali, sama halnya dengan di luar Jawa-Bali. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *