Pelanggar yang terciduk operasi penegakan prokes di Jalan Pidada, Denpasar menjalani sangsi sosial, Rabu (2/6). Operasi penegakan prokes oleh tim gabungan ini terus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perkembangan kasus COVID-19 di Kota Denpasar tampaknya mulai melandai. Kasus sembuh yang secara konsisten terus bertambah secara otomatis mengurangi kasus aktif.

Berdasarkan data resmi pada Rabu (9/6) tercatat penambahan kasus sembuh sebanyak 33 orang, kasus positif bertambah sebanyak 6 orang, dan kasus meninggal dunia kembali nihil.

Dilihat secara persentase, kesembuhan pasien mencapai 96,89 persen. Sementara kasus aktif di bawah 1 persen, yakni 0,79 persen. “Total kasus aktif menurun di bawah 1 persen. Walaupun kasus menurun tetapi masyarakat harus tetap waspada,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Baca juga:  Denpasar Alami Lonjakan Transmisi Lokal COVID-19, Ini Kata GTPP

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif tercatat 15.026 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 14.559 orang (96,89 persen), meninggal dunia sebanyak 349 orang (2,32 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 118 orang (0,79 persen).

Dewa Rai mengatakan bahwa mulai menurunya tingkat penularan di Kota Denpasar tak lepas dari tindakan pendisiplinan masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan melalui tindakan yustisi. Juga gencarnya pelaksanaan vaksinasi untuk membentuk herd immunity.

Baca juga:  Denpasar Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Alami Dua Gejala Ini dan Punya Dua Komorbid

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Terkait upaya menekan angka kematian akibat COVID-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” kata Dewa Rai. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *