Kegiatan penyekatan yang dilakukan petugas di TAC Selemadeg Timur. (BP/Ist)

TABANAN, BALIPOST.com – Pos Penyekatan TAC (Trafic Accident Center) di Desa Megati, kecamatan Selemadeg Timur, kini lebih diperketat lagi. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap arus balik pelintas yang melakukan mudik Lebaran yang melewati kabupaten Tabanan. Dan rencananya, untuk mencegah adanya klaster baru Covid19, Satlantas Polres Tabanan bersama dengan Dinas Perhubungan Tabanan juga akan melakukan pemeriksaan lebih intens pada kendaraan jenis bus dan travel di terminal Pesiapan, desa Dauh Peken.

Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani mengatakan, sampai saat ini untuk pengawasan kendaraan yang melintas di pos penyekatan TAC Selemadeg Timur masih terus dilakukan. Dan pengecekan kendaraan tetap dilakukan dua arah, namun kini lebih difokuskan dari arah Barat (Gilimanuk,red). “Sampai hari ini (Minggu 16/5) belum sampai ada kendaraan yang dari arah Barat putar balik, karena masih dalam status operasi Ketupat sampai dengan tanggal 17 Mei besok, sementara kita koordinasi dengan Satlantas di Jemberana masih terpantau landai untuk arus balik,”terangnya, Minggu (16/5).

Baca juga:  Kasus Kampanye di Pura, Banwaslu Nyatakan Penuhi Unsur Namun Mentah di Gakumdu

Meski berakhir tanggal 17 Mei, namun sesuai perintah terbaru, penyekatan dilanjutkan sampai dengan tanggal 24 Mei 2021 mendatang sebagai giat antisipasi arus balik Lebaran. Dan untuk lebih memaksimalkan pengawasan, khusus untuk di wilayah kabupaten Tabanan juga akan mengintensifkan pengawasan pada kendaraan jenis bus dan travel. “Termasuk penumpangnya juga nanti akan diperiksa kelengkapan suratn ya termasuk yang paling penting yakni surat keterangan bebas (negatif) Covid19,”ucapnya.

Baca juga:  Dinilai Masih Lemah, Pengawasan Pembangunan Fisik di Buleleng Diminta Ditingkatkan

Dihubungi terpisah, Kepala Satpol PP Tabanan, I Wayan Sarba mengatakan, tak ingin lonjakan kasus Covid19 terjadi lagi khususnya pasca hari raya Lebaran, pihaknya akan menggalakkan kembali operasi yustisi, serta mendorong dan menghimbau satgas di masing-masing Desa untuk lebih siaga lagi dan meningkatkan pengawasan khususnya di rumah-rumah kost, sebagai bentuk antisipasi setelah lebaran. “Karena tidak menutup kemungkinan mereka yang mudik, pulang lagi ke Bali bawa teman atau saudaranya itu yang juga perlu diantisipasi dan lebih intens lagi diawasi, jangan sampai kecolongan,” sarannya.

Baca juga:  Puluhan Koperasi di Jembrana dalam Pengawasan

Termasuk juga pihaknya akan turun melakukan penyekatan dan sidak ke rumah kost dan tempat keramaian khususnya di kantong-kantong penduduk pendatang. Dengan upaya ini termasuk kesadaran dari masyarakat sendiri terkait pentingnya disiplin protokol kesehatan, diharapkan kasus Covid -19 di kabupaten Tabanan mulai turun. Dimana dari data perkembangan kasus yang dilaporkan Satgas kabupaten Tabanan hingga Minggu sore, tercacat ada 8 kasus tambahan baru terkonfirmasi positif Covid19 dan 8 orang telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit maupun menjalani karantina mandiri. Termasuk juga dilaporkan satu pasien meninggal, yakni laki-laki usia 51 tahun alamat desa Beraban, kecamatan Kediri dengan penyakit penyerta pneumonia bilateral. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *