Salah satu kandang babi yang dijadikan tempat ternak ikan lele. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 telah membuat peternak babi kesulitan menjalankan usahanya. Situasinya makin sulit ketika ternak babi diserang virus Africa Swine Fever (ASF), hingga akhirnya membuat peternak babi bangkrut.

Meski dalam situasi sulit, para peternak ini tidak larut dalam situasi sulit pandemi. Mereka tetap berusaha mencari peruntungan lain dengan budidaya ikan.

Seperti para peternak dari Desa Negari, Klungkung, mereka berinovasi dengan “menyulap” kandang babi yang sudah tidak bermanfaat menjadi tempat budidaya ikan lele. Setelah berjuang dari awal lagi dengan budidaya ikan lele, mereka kini mulai bisa menikmati hasilnya.

Baca juga:  Dilanda Isu ASF, Harga Babi Turun hingga Rp 23 Ribu Sekilo

Salah satu pembudidaya ikan lele, I Wayan Karma, Rabu (7/4) mengatakan sebelumnya sempat bangkrut akibat kerugian memelihara babi karena terserang virus ASF di akhir 2019. Kandangnya kosong dan kemudian dialihfungsikan sebagai tempat budidaya ikan air tawar jenis lele.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar Mina Asri Lestari ini, mengaku berupaya bangkit dari imbas pandemi dan kebangkrutan bertenak babi bersama teman-temannya, dengan mencoba memelihara lele. Diawali dari tahun 2020 setelah setahun berjalan, para pembudidaya ikan ini sudah bisa lega menikmati hasil dari ikan lele yang bisa mereka panen setiap tiga bulan sekali.

Baca juga:  Ada Insentifnya, Jika Desa Adat Keluarkan Perarem Wajibkan Buah Lokal

Pemasaran dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari diberikan kepada penjual ikan dipasar, penjual lalapan, dibumbui dan dibuat olahan dari lele agar bisa masuk hingga ke Supermarket.

Hasilnya satu pembudidaya bisa panen 6-7 ton sekali panen. Rata-rata sudah panen hingga tiga kali. “Awalnya coba-coba, memanfaatkan kandang babi yang kosong. Ternyata hasilnya lumayan banyak,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, I Dewa Ketut Sweta Negara mengatakan saat ini di Klungkung banyak yang mulai bangkit. Seperti usaha di bidang perikanan ini.

Ia menegaskan, pemerintah siap membantu bibit dan pembiayaan dengan syarat dibentuk kelompok untuk bisa dibantu memperlancar usaha hingga pemasaran. “Semakin banyak kelompok menekuni budidaya ikan, mampu meningkatkan kesehatan, juga mampu meningkatkan target produksi bidang perikanan,” tegasnya.

Baca juga:  Babi, Satu-satunya Komoditas Ternak Ekspor

Melihat geliat budidaya ikan air tawar ini, bantuan dalam bantuk pendanaan belum bisa direalisasikan. Namun, saat ini ada dua hal bisa dibantu, pertama terkait sarpras dengan didahului proposal.

Kemudian juga bisa dibantu bibit, tetapi dibantu atas nama kelompok pangan. Jadi ke depan jika ada kendala sartpas, ia mengarahkan bisa diajukan proposal, nanti akan dibantu baik dari kabupaten maupun propinsi dan pusat. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *