Sebuah pohon tumbang di Karangasem hingga menutupi akses lalu lintas serta memutus kabel listrik pada Minggu (28/2). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan disertai angin kencang yang melanda Karangasem pada Minggu (28/2) membuat kabupaten ini mengalami sejumlah bencana di beberapa lokasi. Tercatat puluhan titik mengalami kerusakan akibat pohon tumbang.

Di sejumlah lokasi, kerugian yang diderita bukan hanya material melainkan korban jiwa dan luka-luka.

Menurut Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, adanya peningkatan kecepatan angin di Kabupaten Karangasem, menimbulkan bencana yang terjadi di hampir seluruh Kecamatan di wilayah Kabupaten Karangasem. Berdasarkan data dihimpun, sampai dengan pukul 20.00 WITA, terjadi 48 titik lokasi kejadian. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta, untuk kepastiannya masih dilakukan penghitungan.

Baca juga:  Jumlah Kasus COVID-19 Baru di Atas 230 Orang, Kabar Baiknya Tambahan Pasien Sembuh Lebih Banyak

“Kemarin sudah dapat tertangani di 19 (sembilan belas) titik lokasi. Dalam penanaganan ini, kita dibantu oleh Tim TRC BPBD Kabupaten Karangasem sendiri, maupun dibantu oleh Koramil, Polsek, Pos SAR Karangasem, Tim PLN Karangasem, Camat dan Tim Kecamatan, Petugas Balai Jalan Nasional, Petugas PUPR Propinsi Bali, Petugas PUPR Kabupaten Karangasem, DLH Kabupaten Karangasem, masyarakat, serta relawan yang ada di Lokasi kejadian/bencana, sedangkan 29 titik lokasi kejadian akan kita lakukan assesment hari ini,” ucapnya.

Arimbawa, menambahkan, hasil penanganan kejadian atau bencana angin kencang yang terjadi di Kabupaten Karangasem merupakan kejadian pohon tumbang yang merusakkan bangunan seperti rumah, dapur, dan beberapa fasilitas umum milik warga. “Bersama ini pula kami sampaikan dampak kejadian/bencana tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 2 orang meninggal dunia dan 2 orang luka berat.

Baca juga:  Dari Zona Merah COVID-19 Bali Ada di Dua Daerah hingga Gegara Ini Waria Main Jotos

Untuk korban meninggal dunia akibat pohon tumbang kemarin, yakni I Wayan Nuri Astawa asal Desa Seraya Barat saat ini posisi jenazah di RSUD Karangasem dan Ngurah Putu Arya (30), beralamat di Desa Antiga Kelod yang jasadnya sudah dibawa ke rumah duka.

Sementara, korban luka berat, yaitu Ni Ketut Seriniti, beralamat di Desa Sibetan dirawat dii RS Balimed mengalami patah kaki kanan, serta I Kadek Juliawan, beralamat di Desa Bebandem, yang dirawat di rumahnya mengalami cidera kepala dan tangan luka sehingga mendapat jahitan.

Baca juga:  Warga Batur Diajarkan Olah Sampah dengan Kreatif

Pria asal Buleleng itu, menjelaskan, berdasarkan data dari BMKG, potensi hujan dan dapat disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat masih terjadi di Kabupaten Karangasem. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar melaksanakan mitigasi bencana berupa penebangan pohon tinggi milik pribadi, tidak berada di bawah pohon ketika hujan dan angin kecang. “Bagi pengendara kendaraan bermotor agar berhati-hati saat melintas saat hujan dan angin kecang agar tidak ada korban jiwa lagi,” imbaunya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.