Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam konferensi pers virtual perkembangan ekonomi Indonesia di Jakarta, Selasa (9/2). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indonesia diproyeksi akan mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity dari COVID-19 sebesar 70 persen pada bulan Maret 2020. Adapun proyeksi 15 bulan itu, lanjut dia, dihitung sejak vaksinasi pertama dimulai pada 13 Januari 2021.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, dari 269 juta penduduk Indonesia, sebanyak 70 persen atau sebanyak 188,3 juta penduduk yang berusia di atas 18 tahun sudah harus mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19 agar muncul herd immunity. “Mudah-mudahan kita capai dalam waktu 15 bulan. Faktornya adalah kecepatan dari sisi ketersediaan vaksin,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (9/2).

Baca juga:  Haris Prasetya Jabat Manager Operasional Auto2000 Kabalnus

Adapun dari 188,3 juta penduduk itu kriterianya di luar penderita dengan komorbid atau penyakit bawaan, penyintas COVID-19, dan ibu hamil mencapai 7,2 juta, maka target vaksinasi adalah sebanyak 181,5 juta penduduk.

Estimasi Bappenas, kebutuhan dosis vaksin untuk memenuhi 181,5 juta penduduk itu adalah 426,8 juta ditambah dengan 15 persen cadangan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas mencatat total potensi vaksin COVID-19 yang diamankan pemerintah mencapai 663,5 juta dosis vaksin. Untuk Sinovac mencapai masing-masing 100 juta dosis dan 125,5 juta dosis dengan estimasi vaksin tersedia hingga Maret 2022.

Baca juga:  Alami Peningkatan Ratusan Kasus Positif COVID-19, Kota di Inggris Ini akan "Lockdown"

Kemudian untuk AstraZeneca masing-masing 50 juta dosis diperkirakan ada di Indonesia pada kuartal II-2021 hingga kuartal I-2022. Novavax mencapai masing-masing 50 juta dosis dan 80 juta dosis diperkirakan tiba Juni 2021-Maret 2022, Pfizer masing-masing 50 juta dosis yang diperkirakan tiba kuartal III-2021 hingga kuartal I-2022.

Selain itu vaksin Covax/Gavi masing-masing mencapai 54 juta dosis yang diperkirakan tiba di Tanah Air pada kuartal II-2021 hingga kuartal I-2022.

Baca juga:  Selama Pandemi, Satpol PP Amankan Ribuan Pelanggar Prokes

Sehingga potensi jumlah vaksin dan jumlah pemesanan masing-masing mencapai 334 juta dosis dan 329,5 juta dosis vaksin atau keduanya mencapai total 663,5 juta dosis vaksin. (kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *