Ilustrasi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus kematian akibat COVID-19 masih terus bertambah di Bali pada Selasa (19/1). Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, terdapat enam orang dilaporkan meninggal dunia pada hari ini.

Keenam korban jiwa ini merupakan warga dari zona merah. Terdapat empat kabupaten/kota yang masuk zona risiko tinggi melaporkan tambahan kasus, yakni Gianyar, Denpasar, Tabanan, dan Jembrana.

Dua kabupaten/kota yaitu Denpasar dan Gianyar sama-sama melaporkan tambahan 2 warga meninggal karena COVID-19. Sementara dua kabupaten lagi, masing-masing bertambah 1 orang.

Dilihat dari jenis kelaminnya, terdapat 2 perempuan dan 4 laki-laki yang menjadi korban COVID-19. Rentang usia 49 hingga 67 tahun.

Pasien pertama adalah seorang perempuan berusia 60 tahun. Warga Gianyar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 6 Januari 2021 dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Meninggal pada 18 Januari 2021. Penyakit penyerta yang dilaporkan adalah Diabetes Melitus.

Baca juga:  Model Zona Hijau Bali Dijadikan Contoh untuk Provinsi Lain

Pasien kedua juga merupakan seorang perempuan dengan usia 49 tahun. Warga Gianyar ini masuk ke RSU Ari Canti pada 7 Januari 2021 dan terkonfirmasi dua hari setelah masuk RS. Meninggal pada 18 Januari 2021 dengan penyakit penyerta diabetes melitus dan gagal ginjal kronis.

Pasien ketiga hingga keenam berjenis kelamin laki-laki. Pasien ketiga berusia 67 tahun dan masuk ke RSUD Bali Mandara pada 9 Januari 2021.

Terkonfirmasi pada 10 Januari 2021. Warga Denpasar ini meninggal pada 19 Januari 2021.

Baca juga:  Dokumen Tak Sesuai, Enam Ton Ikan Tuna Beku Diamankan di Gilimanuk 

Pasien keempat berumur 66 tahun. Masuk ke RSUD Wangaya pada 14 Januari 2021 dan terkonfirmasi pada hari yang sama. Warga asal Denpasar ini meninggal pada 17 Januari 2021.

Pasien kelima berusia 58 tahun. Pria dari Jembarana ini masuk ke RS Balimed pada 15 Januari 2021 dan dikonfirmasi sehari setelahnya.

Pasien ini meninggal pada hari yang sama saat dikonfirmasi COVID-19. Penyakit penyerta yang dilaporkan adalah gangguan jantung.

Pasien keenam berusia 62 tahun. Masuk ke RS Bakti Rahayu pada 16 Januari. Terkonfirmasi COVID-19 2 hari setelah masuk RS.

Meninggal pada 19 Januari 2021. Dengan penyakit penyerta diabetes melitus dan hipertensi.

Kumulatif kasus meninggal di Bali mencapai 561 orang. Rinciannya 597 WNI dan 4 WNA.

Baca juga:  Lahirkan Inovasi Pelayanan, Tiga Nakes Klungkung Siap Memaparkan di Kemenkes

Dilihat dari sebarannya, Denpasar mencatatkan korban jiwa sebanyak 125 orang ada di posisi pertama. Posisi kedua dipegang Gianyar dengan jumlah korban jiwa 92 orang.

Posisi ketiga adalah Badung dengan korban jiwa sebanyak 78 orang. Posisi keempat adalah Buleleng yang melaporkan korban jiwa mencapai 75 orang.

Tabanan posisi kelima dengan korban jiwa sebanyak 73 orang. Posisi keenam adalah Karangasem yang korban jiwanya mencapai 53 orang. Kemudian, Bangli di posisi ketujuh dengan 40 orang.

Posisi kedelapan adalah Jembrana dengan 36 orang meninggal. Posisi kesembilan adalah Klungkung yang korban jiwanya mencapai 23 orang.

Terdapat pula 2 korban jiwa dari kabupaten lain. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *