Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jelang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperluas oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, menjadi 5 kabupaten/kota, tambahan harian kasus COVID-19 di Bali masih tinggi. Per Sabtu (9/1), dilaporkan tambahan kasus di atas 185 orang.

Korban jiwa juga masih dilaporkan. Jumlah tambahannya sama dengan sehari sebelumnya.

Data Satgas Penanganan COVID-19 Bali, melaporkan terdapat 189 kasus baru pada hari ini. Kumulatif kasusnya mencapai 19.215 orang.

Pasien meninggal bertambah 4 orang. Kumulatif pasien meninggal di Bali sudah mencapai 560 orang (2,91 persen).

Baca juga:  Jakarta Capai Rekor Tertinggi Kasus COVID-19 Harian

Tambahan pasien sembuh masih dilaporkan. Meski jumlahnya masih di atas 100 orang, tapi lebih sedikit dari kasus baru.

Terdapat 110 pasien COVID-19 dilaporkan sembuh. Total kasus sembuh mencapai 17.196 orang (89,49 persen).

Jumlah kasus aktif yang masih ditangani mencapai 1.459 orang (7,59 persen). Mereka dirawat di 17 RS Rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga:  RUU Provinsi Bali Dalam Pembahasan, Mendagri Perjuangkan Satu Pasal Ini Jaga Kearifan Lokal

Dalam pemaparannya terkait kesiapan Bali menggelar PPKM, Jumat (8/1), Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan PPKM diperluas ke 5 kabupaten/kota. Empat diantaranya merupakan zona merah di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Sedangkan satu lagi merupakan zona orange, yakni Klungkung.

Dalam talkshow Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tema ‘Implementasi PPKM Jawa-Bali : Kesiapan Pemerintah Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali’ yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Koster menegaskan kalau saat ini kesehatan masyarakat masih menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat agar tetap disiplin dan patuh menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Baca juga:  Kembali Naik, Kasus COVID-19 Harian Nasional di Atas 500 Orang

Ia juga mengajak masyarakat tak mudah terpengaruh oleh isu yang berkembang di media sosial. Jika semua disiplin menerapkan prokes, ia berharap COVID-19 segera melandai dan perekonomian segera pulih. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *