Petugas melakukan pembersihan di Pantai Kuta. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung mulai menyiagakan petugas. Langkah ini guna mengantisipasi lonjakan sampah maupun sampah kiriman yang mengakibatkan banjir pada saat musim hujan ini.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung, A.A Gede Agung Dalem, saat dikonfirmasi Rabu (11/11) mengatakan tim akan disiagakan sepanjang musim hujan ini. Seperti halnya di kawasan pantai akan diantisipasi oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC).

“Tim URC kami sudah siaga untuk mengantisipasi adanya sampah kiriman saat musim hujan ini. Mereka akan disiagakan sepanjang pantai,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gung Dalem ini mengatakan telah menyiapkan alat berat. Sebab, sinkronisasi antarpetugas dan peralatan yang dimiliki dapat mengatasi berbagai persoalan saat musim penghujan tiba. “Alat berat sudah kami service semua, sehingga siap operasi. Kami memiliki 4 unit loader yang akan digunakan oleh 15 anggota URC yang kami siagakan,” jelasnya.

Baca juga:  Rencana Buang sampah ke TPA Bangli Masih Menunggu Kesepakatan

Kendati demikian, Gung Dalem berharap musim hujan kali ini tidak banyak berkontribusi terhadap lonjakan sampah di Kabupaten Badung. “Yang jelas tim kami akan siaga dan dibackup tenaga penyapuan yang sewaktu-waktu kita akan geser ke pantai,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya memiliki 600 orang yang keseharianya ditugaskan menyapu kawasan publik di Gumi Keris. Mereka akan diperbantukan bila tim URC kualahan mengatasi lonjakan sampah kiriman.
“Sampah kiriman biasanya berpindah-pindah bisa di Kuta, Canggu, atau Jimbaran, jadi tim juga akan ditempatkan berpindah-pindah,” pungkasnya.

Baca juga:  Naik, Kedatangan Penumpang Domestik selama Mudik Lebaran

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan penghujung tahun ini kondisi cuaca sangat ekstrim, sehingga selain fokus kepada pandemi Covid-19, kepada semua pihak diingatkan untuk melakukan langkah antisipasi terhadap terjadinya bencana alam terlebih telah memasuki musim hujan.

“Saya perintahkan kepada BPBD untuk segera melakukan rapat koordinasi terhadap kesiapsiagaan kita, sekaligus kita menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri untuk melakukan kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Badung,” terangnya.

Baca juga:  Sejumlah Jalan Rusak di Badung Diperbaiki Usai Musim Hujan

Terkait dengan adanya surat Mendagri terhadap terjadinya bencana, Adi Arnawa menyampaikan Pemerintah Pusat sudah memberikan informasi bahwa diperlukan tim yang bertugas selama 24 jam untuk mengatasi terjadinya bahaya non alam yang tak terduga. Karena di era zaman sekarang ini adanya sistem informasi berbasis digital (IT) sangatlah penting. Karena dengan adanya sistem ini dapat dengan cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tepat waktu. “Kami berharap mudah-mudahan dengan adanya sistem ini, semua instansi terkait penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Badung bisa melaksanakan tugas secara terintegrasi sehingga penanganan bencana di masyarakat dapat segera teratasi,” katanya. (Parwata/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.