I Made Gede Wisnu Wijaya. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Insiden bade tumpang sembilan yang menimpa rumah memicu kerumunan warga di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang pada Minggu (25/10). Muncul kekhawatiran timbul klaster COVID-19 dari peristiwa ini.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Gianyar, I Made Wisnu Wijaya, pihaknya akan melakukan pemantauan. Wisnu yang juga Sekda Gianyar ini mengatakan kondisi warga di Desa Keliki masih dipantau.

Ia menyebut bila ada warga mengeluhkan sakit dalam dua minggu ke depan, pihaknya memastikan untuk segera mengambil tindakan “Kita tunggu ada kasus atau tidak,” katanya.

Baca juga:  Soal Rapid dan Swab, Ini Kata Direktur Reskrimsus

Namun Sekda memastikan sebelum prosesi palebon hingga Selasa ini belum ada kasus positif COVID-19 di Desa Keliki. Meski demikian pihaknya tetap waspada terhadap penyebaran penyakit ini.

Sekda sendiri mengaku menyayangkan insiden ini. Terlebih di awal persiapan palebon pihak panitia tidak melapor ke Satgas COVID-19. Sementara pihaknya yang mengetahui agenda pelaksanaan ngaben tersebut, akhirnya memilih proaktif mendatangi lokasi. “Sebenarnya kami menyayangkan kenapa di awal tidak ada laporan, harusnya dia melaporkan bahwa ada upacara. Hanya kita tidak mau menunggu laporan begitu saja, maka kami proaktif lah Satgas COVID-19 kecamatan dan desa datang ke sana mengingatkan memberikan edukasi terkait prokes,” katanya

Baca juga:  Salah Satu Warga Positif COVID-19, Ini Dilakukan LPD Serongga

Dikatakan usai diberikan edukasi, panitia palebon sepakat untuk menaati protokol kesehatan, dengan menjaga jarak termasuk menyiapkan estafet mengusung bade. Tidak hanya itu, kata Sekda ukuran bade juga sudah diperkecil. “Badenya diperkecil diperingan, jadi itu strategi sudah benar. Mencari ringan kan pasti ada yang dikurangi, mungkin karena itu justru bade menimpa rumah,” katanya.

Ditambahkan panitia ngaben juga sudah menghadap Bupati Gianyar. Pemerintah pun menekankan agar insiden ini jangan sampai terulang. “Bendesa yang lain juga agar lebih mengacu pada surat edaran Gubernur Bali dan ikut mengawasi jangan diserahkan ke panitia,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.