Seorang pedagang daging ayam melayani pembeli dari balik sekat plastik di Pasar Badung, Denpasar, Rabu (21/10). Pemerintah Kota Denpasar memasang sekat plastik di setiap los pedagang untuk mencegah penyebaran COVID-19 di pasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perkembangan kasus COVID-19 di Denpasar kembali menunjukkan kenaikan kasus baru melampaui pasien sembuh harian. Kondisi ini pun menjadi perhatian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar kembali mengingatkan masyarakat.

Menurut Juru Bicara GTPP COVID-19 Denpasar, Dewa Gede Rai, ada penambahan kasus positif dan sembuh pada Kamis (22/10). Diketahui kasus sembuh bertambah sebanyak 17 orang dan kasus positif bertambah sebanyak 20 orang yang tersebar di 14 wilayah desa/kelurahan.

Baca juga:  Dua Pekan Lebih Terus Bertambah, Transmisi Lokal COVID-19 di Bali Capai 21 Persen dari Kumulatif Kasus

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan. “Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan) serta menghindari 3R (ramai-ramai, rumpi-rumpi dan ruangan sempit),” kata Dewa Rai.

Untuk sebaran kasus baru, Desa Peguyangan Kangin mencatatkan penambahan kasus tertinggi dengan 4 kasus positif baru. Disusul Kelurahan Padangsambian yang mencatatkan penambahan kasus positif sebanyak 3 orang dan Desa Sumerta Kauh yang mencatatkan penambahan kasus positif sebanyak 2 orang.

Baca juga:  Dokter RS Swasta di Denpasar Positif COVID-19, Begini Kata Diskes Bali

Sementara itu 11 desa/kelurahan mencatatkan penambahan masing-masing sebanyak 1 orang. “Mari bersama-sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah,” ujar Dewa Rai.

Secara kumulatif, kasus positif tercatat sebanyak 3.088 kasus. Sementara itu, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar mencapai 2.852 orang (92,35 persen), meninggal dunia sebanyak 69 orang (2,23 persen), dan yang masih dalam perawatan sebanyak 167 orang (5,42 persen). (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.