Petugas menaruh spesimen swab yang akan dites PCR. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung kini memiliki alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan laboratorium guna mendeteksi keberadaan penyakit COVID-19. Alat PCR yang merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Bali ini ditempatkan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kabupaten Badung.

Rencananya, alat ini siap diuji coba Sabtu (17/10). Direktur RSD Mangusada dr. I Ketut Japa, Selasa (13/10) membenarkan telah menerima hibah alat PCR untuk penanganan COVID-19 dari Provinsi Bali.

Pihaknya telah menyiapkan tempat, SDM termasuk penunjangnya untuk operasional alat PCR ini. “Diperkirakan tanggal 17 Oktober, lab PCR sudah dapat diuji coba. Sebelum uji coba, kami akan lakukan pelatihan kepada SDM yang akan mengoperasikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diuji coba,” ungkapnya.

Baca juga:  Badung Pegang Rekor Penambahan Positif COVID-19, Dua Klaster Sumbang Kasus Terbanyak

Menurutnya, dengan alat tersebut target pemeriksaan per hari sebanyak 90 sampel, sehingga penanganan COVID-19 di Badung akan lebih cepat, khususnya dalam hal mengetahui hasilnya. “Kemarin kendalanya kami belum punya lab PCR, kami mengirim sampel ke RS UNUD, Warmadewa, RSUP Sanglah yang memerlukan waktu 4-7 hari,” ungkapnya.

Karena itu, kata dr. Japa penanganan pasien terhambat gara-gara hasil tidak datang. Dengan adanya lab PCR, swab dapat dilakukan pagi dan paling cepat sore hasilnya telah dapat diketahui. “Dalam waktu sekitar 8-9 jam hasilnya sudah diketahui. Penanganan pasien dapat lebih cepat, memastikan pasien terkena COVID atau tidak, sehingga penanganan pasien akan lebih cepat, apa dipulangkan atau di karantina,” jelasnya.

Baca juga:  Di Badung, Kasus COVID-19 Terus Bertambah

Di sisi lain, Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menyampaikan bantuan satu alat PCR ini sebagai bentuk dukungan Pemprov Bali dalam upaya mengatasi COVID-19. Alat PCR berguna untuk melakukan pemeriksaan testing COVID-19.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya untuk mengatasi COVID-19 ini dengan 3M yaitu (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) serta diupayakan pelayanan dengan 3T yaitu tracing (penelusuran), testing (pengujian) dan treatment (perawatan). “Kami harapkan kita konsisten dengan 3T ini dan di masyarakat disiplin menerapkan 3M,” terangnya.

Dari sisi tracing dan testing di Bali, dijelaskan bila dilihat dari jumlahnya sudah memenuhi standar WHO, yakni dapat memeriksa rata-rata 700-800 per hari. Kapasitas pemeriksaan di Bali saat ini sejumlah 1.500 dari 10 lab PCR yang dimiliki.

Baca juga:  Dari Denpasar Kembali Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Harian Terbanyak hingga Tak Bermasker Belasan Warga Didenda Rp 100 Ribu

Kapasitas pemeriksaan akan mampu ditingkatkan menjadi 3.000 per hari sesuai harapan BNPB, karena Bali sudah menambah tiga alat baru. Kapasitas 90 pemeriksaan per hari dan empat alat tambahan dari bantuan BNPB.

“Kini ada tujuh alat PCR baru guna memperkuat upaya tracing dan testing. Kami masih menunggu mana lab yang siap. Karena semua RS daerah kami tawarkan belum siap. Kalau Badung mau siap lagi mungkin kita tambahkan alat lagi satu bantuan dari BNPB untuk Badung,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.