Foto dokumen umat Hindu yang berasal dari berbagai daerah di Bali berdatangan memadati Puta Luhur Tanah Lot untuk sembahyang dalam rangka Pujawali. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan akan digelar Rabu (30/9). Panitia Pangemong Pura Luhur Tanah Lot meminta pemedek yang akan tangkil (sembahyang) untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Bahkan, mengantisipasi kemungkinan adanya kerumunan pemedek, panitia akan memberlakukan pembatasan jumlah pemedek yang masuk ke areal kawasan Luhur Pura Tanah Lot, maupun di luar kawasan Pura. Untuk pengawasan protokol kesehatan ini, panitia menyiagakan 45 orang pecalang ditambah dengan personil dari manajemen DTW Tanah Lot, serta dibantu oleh anggota dari TNI/Polri.

Baca juga:  Jalur Independen Pilbup Tabanan Tak Ada Peminat

Ketua I Panitia Pengemong Pura Luhur Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, saat dikonfirmasi Jumat (25/9) menjelaskan, pihaknya tentu saja tidak bisa melarang umat Hindu yang memang ingin nangkil ke Pura Dang Khayangan.

Hanya saja melihat situasi pandemi saat ini, pihaknya lebih menekankan pada disiplin pelaksanaan protokol kesehatan serta melakukan pembatasan jumlah pemedek yang masuk ke areal Pura. Apalagi, lanjut kata Toya Adnyana, pujawali Tanah Lot kali ini merupakan Pujawali Jelih, atau pujawali dengan sarana upakara yang lebih besar dan lengkap serta akan dipuput oleh Ida Pedanda saking griya Pejaten dan turut hadir sebagai Penyaksi yakni Tjokorda Anglurah Tabanan dan Puri Kediri.

Baca juga:  Banyupinaruh, Panglukatan Sapta Gangga Timbrah Dipadati Pengunjung

“Pujawali Jelih ini dilaksanakan setelah dua kali pelaksanaan pujawali biasa yang dipuput oleh Jro Mangku Pura Tanah Lot, dan kebetulan kali ini bertepatan dengan Pujawali Jelih,” terangnya.

Dalam pelaksanaan rangkaian Pujawali, panitia nantinya akan membatasi jumlah pemedek atau panitia yang berada di areal kawasan Pura. Seperti di Luhur Pura Tanah Lot maksimal hanya 50 orang, dan di kawasan luar areal maksimal 60 orang.

Baca juga:  Hampir 48 Tahun Menunggu, Umat Hindu di Barurejo "Pelaspas" Pura Candi Merak

Begitupun masih di tengah situasi pandemi, Pujawali sendiri hanya akan berlangsung selama satu hari. Ida Bhatara mesineb pada Kamis (1/10). “Paling tidak penerapan jaga jarak untuk protokol kesehatan bisa dipenuhi, dan nanti akan diawasi oleh pecalang begitupun petugas DTW akan terus memberikan informasi terkait himbauan tersebut,” ucapnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.