Pura Tuluk Biyu. (BP/Istimwa)

BANGLI, BALIPOST.com – Pelaksanaan Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani tahun ini dipersingkat. Karya pujawali yang awalnya direncanakan berlangsung sembilan hari, kini hanya dilaksanakan satu hari.

Ketua Panitia Karya Pura Tuluk Biyu Batur Ketut Sudana menyampaikan hal itu, Minggu (20/9). Sudana menjelaskan, dipersingkatnya pelaksanaan karya pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur karena memperhatikan adanya surat edaran bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali serta imbauan Gubernur Bali tentang pembatasan kegiatan upacara panca yadnya dan keramaian di Bali di tengah situasi pandemi Covid-19.

Baca juga:  Pujawali di Pura Sakenan, Umat Diimbau Lakukan Ini

Karya Pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur tahun ini hanya akan dilaksanakan sehari yakni bertepatan dengan rahinan purnamaning sasih kapat, Kamis (1/10) mendatang. “Awalnya direncanakan berlangsung sembilan hari dari tanggal 29 September sampai 8 Oktober. Dengan adanya imbauan itu, diputuskan dilaksanakan sehari dari pagi sampai malam hari,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan karya, akan dilakukan pembatasan dan pengaturan jarak pemedek yang bersembahyang. Persembahyangan pemedek juga dilaksanakan secara bergilir dan singkat.

Hal itu dimaksudkan untuk menghindari adanya kerumunan. Guna mencegah adanya penularan Covid-19 di areal pura, juga telah disediakan sejumlah fasilitas cuci tangan bagi para pemedek. Sudana mengatakan meski karya pujawali digelar secara singkat hanya sehari, namun seluruh rangkaian upacara tetap dilaksanakan.

Baca juga:  Juli, Pedagang Kain Pindah ke Pasar Loka Crana

Disampaikan juga bahwa sebelum keluarnya surat edaran bersama PHDI, MDA dan Gubernur Bali, pihaknya telah bersurat ke seluruh kabupaten/kota. Surat yang dikirimnya itu sifatnya pakeling atau pemberitahuan bahwa akan dilangsungkan karya pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur. Bukan mengundang.

Namun demikian jika ada dari pemerintah kabupaten/kota di Bali yang akan tangkil saat karya nanti, tetap akan diterima. “Kami tetap siapkan penyanggra,” ujarnya.

Baca juga:  Setelah 53 Tahun, Pura Dalem Beng Gelar Puncak "Dirgayusa Bumi"

Pihaknya berharap melalui pelaksanaan karya pujawali ini, Ida Bhatara yang berstana di Pura Tuluk Biyu Batur memberikan kerahayuan kepada seluruh umat manusia. Kaitannya dengan pandemic covid-19 diharapkan agar segera berakhir.

Sementara itu, jelang pelaksanaan karya Pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur, telah dilakukan persiapan-persiapan. Persiapan diawali dengan mekarya rompok pada Minggu (20/9) dilanjutkan keesokan karinya dengan mekarya sanganan suci, ngingsah, netegang bhatara sri, mebumi sudha amanca, serta persiapan lainnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.