Ilustrasi. (BP/tomik)

TABANAN, BALIPOST.com – Tabanan melaporkan seorang pasien meninggal dengan hasil rapid test reaktif. Warga yang berprofesi sebagai petani ini, dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tabanan, Putu Dian Setiawan, Senin (3/8) masih menunggu hasil swab.

Ia mengatakan pasien meninggal dunia dengan status probable COVID-19 tersebut merupakan seorang perempuan berusia 65 tahun asal Kediri, Tabanan. “Probable COVID-19 itu artinya secara klinis sudah sesuai, tetapi swab belum bisa atau belum ada hasil. Pasien meninggal Senin dini hari, selanjutnya akan dilakukan pemakaman sesuai protokol COVID-19,” terangnya.

Baca juga:  Korban Jiwa COVID-19 di Tabanan Bertambah, 2 Desa Ini Asalnya

Pasien bersangkutan awalnya berobat dengan keluhan nyeri pinggang di salah satu rumah sakit swasta di Tabanan sebelum akhirnya dirujuk ke BRSU Tabanan. Dari riwayat kesehatan, yang bersangkutan juga memiliki penyakit hipertensi yang tidak terkontrol.

Karena hasil rapid tes pasien yang kesehariannya petani ini menunjukkan hasil reaktif, kemudian dirujuk untuk menjalani perawatan dan isolasi di UPTD RS Nyitdah. Rencananya dilakukan uji swab hari ini, sayangnya, pasien bersangkutan justru meninggal dunia.

Baca juga:  Wilayah Dekat dengan Jatim yang Terdeteksi Kasus Difteri, Klungkung Gencarkan Imunisasi

Selain itu, hari ini Tabanan juga melaporkan tambahan kasus positif terkonfirmasi COVID-19. Ada enam pasien positif baru yang kini menjalani perawatan dan masa karantina di UPTD RS Nyitdah, Kediri dan tempat karantina yang disiapkan gugus tugas Provinsi Bali.

Untuk 6 kasus baru, merupakan warga dari lima kecamatan. Rinciannya, dua dari Kecamatan Kediri, dan satu pasien masing-masing dari Penebel, Tabanan, Marga dan Kerambitan. Dua orang diantaranya merupakan perawat BRSU Tabanan yang terjangkit dari rekannya yang sebelumnya telah dinyatakan positif. Adapula pasien yang bekerja sebagai petani, pedagang warung kecil dan buruh. “Tambahan angka kasus positif baru ini menunjukkan virus masih ada, dan tentunya disiplin kesehatan tetap harus dijalankan, jangan ‘bengkung’ dan tetap jaga stamina,” terangnya.

Baca juga:  Cara Mengatasi Tubuh Pendek Tanpa Obat dan Operasi

Kabar baik juga dilaporkan gugus tugas Kabupaten Tabanan. Ada dua pasien positif telah dinyatakan sembuh. Dua pasien asal Selemadeg dan Penebel ini sebelumnya menjalani perawatan di BRSU Tabanan. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.