Drs. Gede Suyasa, M.Pd. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim medik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam percepatan penanganan Covid-19 dipastikan bisa tersenyum semringah. Pasalnya, pemerintah pusat akan merealisasikan insentif kepada tim medik yang bertugas dalam wabah pandemi Covid-19.

Kabupaten Buleleng menerima kucuran dana insentif untuk tim medik Covid-19 sebesar Rp 7.1 miliar. Sepenuhnya dana ini bersumber dari Kementrian Kesehatan Republik Indoensia (Kemenkes RI). Hanya saja, dana ini untuk sementara belum langsung dibayarkan di daerah, karena masih menunggu proses refocusing anggaran. Ini karena dana Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK) itu sebelum dibayarkan terlebih dahulu harus dimasukan dalam postur APBD Buleleng.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengatakan, kepastian pemerintah pusat mengucurkan dana BOK itu sesuai Peraturan Mentri Kesehatan (PMK). Dari regulasi itu, Buleleng mendapatkan kouta BOK untuk tim medik percepatan penanganan Covid -19 sebesar Rp 7.1 miliar. Selain menyebutkan nilai BOK untuk Buleleng, regulasi itu juga mengatur kalau tim medik yang berhak menerima insentif ini adalah para tenaga kesehatan (nakes) mulai dokter spesialis, dokter umum, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya.

Baca juga:  Tujuh Pelaku Pemalsuan Suket Rapid Tes di Gilimanuk Mulai Disidangkan

Selain itu, dalam PMK itu juga ditentukan formulasi (rumus-red) yang nantinya menentukan berapa nilai insentif yang diterima para tim medik Covid-19 itu sendiri. “Kalau kepastian kouta BOK dari Kemenkes sudah pasti kita dikasi Rp 7.1 miliar. Siapa yang menerima, mengacu PMK dan berapa nilainya itu ada rumusnya yang berkaitan pasien Covid-19 yang ditangani,” katanya.

Menurut Gede Suyasa, selain menunggu proses refocusing anggaran karena BOK ini harus dimasukan dalam postur APBD Buleleng, pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Diskes) untuk melakukan verifikasi terkait tim medik Covid-19 yang selama ini mengemban tugas menjadi garda terdepan percepatan penanganan Virus Corona di daerah. Ini dilakukan karena di luar dokter, perawat, bidan, masih ada tenaga teknis lain yang juga aktif dalam percepatan penanganan Covid-19.

Baca juga:  Ubud Jadi Fokus Pengamanan di Gianyar, Seribuan Personil Dikerahkan

Kalau mengacu PMK, di luar tim medik dipastikan tidak akan mendapat jatah insentif dari BOK Kemenkes RI. Sebagai gantinya, tenaga teknis lainnya itu rencananya akan diberikan dana insentif yang dianggarkan lewat anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Covid-19.

“Untuk mengetahui berapa yang menerima BOK Kemenkes RI dan yang tidak dapat namun bergabung dalam tim medik Covid-19 insentifnya dari APBD Buleleng, sehigga ini menunggu hasil ferifikasi di Diskes Buleleng,” jelasnya.

Baca juga:  Kenaikan Kasus COVID-19 Harian Masih Dialami Nasional

Sementara itu, tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih sama dengan hari sebelumnya sebanyak 120 orang. Demikian juga untuk pasien sembuh jumlahnya tetap dengan hari sebelumnya yaitu 106 orang. Sementara untuk pasien yang meninggal dunia maish tetap 1 orang dan saat ini tim surveillance maish melakukan tracing untuk memastikan terjadinya penularan Virus Corona. (Mudiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *